Jumat, Januari 29, 2010

Profil Provinsi Sumatera Selatan

Propinsi Sumatera Selatan merupakan suatu kawasan seluas 99.888,28 kilometer persegi di pulau Sumatra, Indonesia bagian Barat yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa pada 10 - 40 derajat lintang Selatan dan 102 - 108 derajat Bujur Timur.

Sumatera Selatan

Photobucket


Bagian daratan propinsi ini berbatasan dengan propinsi Jambi di sebelah Utara. propinsi Lampung di Selatan dan propinsi Bengkulu di bagian Barat. Sedang di bagian Timur berbatasan dengan pulau Bangka dan Belitung Sumatera Selatan dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini dalam abad 712 Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia yang berpengaruh sampai ke Formosa dan Cina di Asia serta Madagaskar di Afrika.

Disamping itu, Sumatra Selatan sering pula disebut sebagai Daerah Batanghari Sembilan. karena di kawasan ini terdapat 9 sungai besar yang dapat dilayari sampai jauh ke hulu, yakni: sungai Musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko dan Lalan serta puluhan lagi cabang-cabangnya.

Iklim
Wilayah ini beriklim tropis dan basah. Sepanjang tahun propinsi ini hanya dipengaruhi oleh dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Suhu udaranya bervariasi antara 24,7 sampai 32,9 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 82% sampai 88%. Musim Hujan Relatif jatuh pada bulan Oktober sampai bulan April. Variasi curah hujan berkisar antara 2.100 mm sampai 3.264 mm. Biasanya bulan Desember merupakan bulan curah hujan paling banyak. Sedangkan musim kemarau biasanya dimulai bulan Juni sampai bulan September.

Sejarah Sumatera Selatan
Propinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, ; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah ; Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. Rujukan

Musim
Musim yang terdapat di Sumatera Selatan sama dengan yang terjadi di Indonesia, hanya dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan bulan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.

Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik terjadi musim hujan. Keadaan seperti itu terjadi setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April - Mei dan Oktober - Nopember.

Topografi
Di pantai timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau). Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung. Disana terdapat Bukit Barisan yang membelah Sumatera Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900-1.200 meter dari permukaan laut.

Bukit Barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m dpl), Gunung Dempo (3.159 m dpl), Gunung Patah (1.107 m dpl), dan Gunung Bungkuk (2.125 m dpl). Disebelah barat Bukit Barisan merupakan lereng. Pada lembah daerah Bukit Barisan terdapat daerah-daerah perkebunan karet, kelapa sawit, dan pertanian terutama kopi, teh, dan sayuran.

Hidrologi
Provinsi Sumatera Selatan mempunyai sungai--sungai yang besar yang dapat dilayari, namun saat ini karena proses pendangkalan, tidak dapat dilayari oleh kapal-kapal besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali sungai Mesuji, sungai Lalan dan sungai Banyuasin. Yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke selat Bangka adalah sungai Musi, sedangkan sungai Ogan, sungai Koriring, sungai Lematang, sungai Kelingi Lakitan, sungai Rupit dan sungai Rawas merupakan anak sungai Musi.Rujukan

Kabupaten dan Kota
NoKabupaten/KotaIbukota
1Kab. BanyuasinPangkalan Balai
2Kab. Empat LawangTebing Tinggi
3Kab. LahatLahat
4Kab. Muara EnimMuara Enim
5Kab. Musi BanyuasinSekayu
6Kab. Musi RawasMuara Beliti Baru
7Kab. Ogan IlirIndralaya
8Kab. Ogan Komering IlirKota Kayu Agung
9Kab. Ogan Komering UluBaturaja
10Kab. Ogan Komering Ulu SelatanMuaradua
11Kab. Ogan Komering Ulu TimurMartapura
12Kota Lubuk Linggau-
13Kota Pagar Alam-
14Kota Palembang-
15Prabumulih-


Daftar Gubernur
NoN a m aDariSampaiKeterangan
1A. K. Gani19..19..
2M. Isa19..19..
3Sumarno19..19..
4Husen19..19..
5Mohtar Prabu Mangkunegara19..19..
6H.A. Bastari19591963
7Abu Yasid Bustomi 19631966
8Ali Amin19661967
9Asnawi Mangku Alam19671978
10Sainan Sagiman19781988
11Letjen H.Ramli Hasan Basri19881998
12H.Rosihan Arsyad19987 Nop 2003
13Ir.Syahrial Oesman,MM7 Nop 20032008
14dr.H.Mahyuddin NS,SpOG11 Juli 20087 Nop 2008
16Alex Noerdin20082013
Rujukan

Luas wilayah dan penduduk Sumatera Selatan

NoKota/KabupatenLuas(ha)Penduduk
1Palembang37.4301.304.211
2Prabumulih42.162128.207
3Pagaralam57.916113.752
4Lubuk Linggau41.980171.235
5Musi Banyuasin1.447.700455.739
6Banyuasin1.214.274712.813
7Ogan Komering Ilir (OKI)1.957.1411.000.152
8Ogan Ilir**
9Ogan Komering Ulu (OKU)1.617.6651.112.854
10OKU Timur**
11OKU Selatan**
12Musi Rawas1.213.457465.682
13Muara Enim88.794621.876
14Lahat663.250541.895
Jumlah8.701.7426.628.814

*)masih tergabung dengan kabupaten induk
Tingkat kesejahteraan penduduk yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 66,00 atau berada pada rangking 16 dari seluruh Provinsi di Indonesia. IPM tertinggi terdapat di Kota Palembang, yaitu sebesar 71,20 dan terendah di Kabupaten Musi Rawas, sebesar 62,00.

Dari sisi ketenagakerjaan, sebagian besar penduduk Sumsel (63,53 persen) bekerja di sektor pertanian, terutama sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor perkebunan. Sementara itu, angka pengangguran berada pada kisaran 9-10 persen. Rujukan

Selanjutnya ..

Selasa, Januari 19, 2010

Peringkat Daya Saing Investasi Provinsi Jambi

Peringkat Daya Saing Investasi Daerah Provinsi Jambi

Beberapa masalah ekonomi makro yang perlu diantisipasi pada tahap awal pembangunan daerah adalah menurunnya daya beli masyarakat, yang diikuti dengan menurunnya tingkat output, daya serap tenaga kerja dan tingkat pendapatan masyarakat. Salah satu kebijakan strategis yang dapat dilakukan guna mengantisipasi hal tersebut dan juga dalam upaya mempercepat laju perekonomian makro daerah adalah melalui peningkatan investasi swasta, baik yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri,terutama dalam bentuk investasi langsung.

Guna menarik minat investor untuk berinvestasi diperlukan upaya untuk memperbaiki iklim investasi di mana hal ini merupakan tugas penting yang harus dilakukan oleh pemerintahan suatu daerah. Dengan terciptanya iklim investasi yang kondusif, akan memungkinkan suatu daerah untuk memacu daya tumbuh perekonomiannya.

Peringkat daya saing investasi daerah Provinsi Jambi ditujukan untuk memberikan informasi mengenai peringkat daya saing investasi suatu daerah dibandingkan dengan daerah lainnya beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Survei peringkat daya saing investasi daerah ini dilakasanakan di semua Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi agar didapatkan informasi secara menyeluruh mengenai kondisi iklim investasi untuk semua kabupaten kota Untuk menilai bagaimana daya saing suatu kabupaten/kota terhadap yang lainnya didasarkan pada 5 faktor utama yaitu faktor kelembagaan; faktor keamanan, politik dan sosial budaya (kampolsosbud); faktor ekonomi daerah; faktor tenaga kerja; dan faktor infrastruktur fisik.

Pengolahan data yang dilakukan adalah menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan salah satu alat dalam pengambilan keputusan yang dapat membantu kerangka berpikir.

Berdasarkan hasil penelitian, faktor Kampolsosbud menjadi pertimbangan utama bagi investor yang ingin berinvestasi di suatu kabupaten/kota di Provinsi Jambi, yakni dengan bobot 30%. Faktor kedua yang mempengaruhi daya saing investasi adalah faktor Ekonomi Daerah dengan bobot 22% diikuti oleh faktor Infrastruktur Fisik dengan bobot 19%, faktor Kelembagaan 17% dan terakhir adalah faktor Tenaga Kerja dengan bobot 12%. Tingginya pertimbangan investor akan faktor kampolsosbud mengindikasikan masih adanya kecemasan pihak investor sebagai dampak kejadian kekisruhan masa lalu sebagai konsekuensi era reformasi.

Nilai daya saing investasi antar daerah di Provinsi Jambi menunjukkan angka yang relatif unik. Daerah yang memiliki tingkat daya saing investasi tertinggi di Provinsi Jambi adalah Kabupaten Tanjab Timur dengan nilai rata-rata 6,49 sedangkan daerah yang menempati urutan terakhir adalah kabupaten Sarolangun dengan nilai 5,78. Kota Jambi,yang secara geografis relatif diuntungkan karena terletak ditengah-tengah Provinsi Jambi dan sekaligus sebagai ibu kota Provinsi, ternyata menempati urutan ke 8 dari 10 kabupaten kota di Provinsi Jambi.

Grafik 1. Peringkat Daya Saing Investasi Daerah Provinsi Jambi


Berhasilnya Kabupaten Tanjab Timur meraih peringkat pertama sedangkan Kota Jambi di peringkat ke delapan disebabkan oleh relatif lebih tingginya nilai faktor keamanan, politik dan sosial budaya serta infrastruktur dan kelembagaan dibandingkan nilai untuk Kota Jambi sedangkan nilai ini memiliki bobot yang paling besar.

a. Faktor Keamanan, Politik dan Sosial Budaya
Faktor Keamanan, Politik, dan Sosial Budaya (Kampolsosbud) merupakan pertimbangan utama dalam berinvestasi di Provinsi Jambi. Tingginya pertimbangan investor akan faktor ini bukan karena kondisi keamanan yang tidak baik, namun lebih dikarenakan harapan yang tinggi terhadap faktor kampolsosbud, mengingat struktur ekonomi Provinsi Jambi yang bergantung pada sektor primer (pertanian, perkebunan dan pertambangan) serta sektor tersier (perdagangan dan jasa).

Sektor primer membutuhkan kemudahan memperoleh hak atas penguasaan tanah, keterbukaan masyarakat terhadap dunia usaha, keamanan usaha, keamanan masyarakat, dampak unjuk rasa yang rendah, etos kerja masyarakat lokal yang tinggi, atau paling tidak keterbukaan masyarakat lokal terhadap tenaga kerja dari luar daerah. Sedangkan sektor tersier membutuhkan keamanan usaha yang tinggi di tempat usaha, di masyarakat sekitar tempat usaha, serta dalam lalu lintas pengiriman barang.

Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk faktor keamanan, politik dan sosial budaya adalah sebesar 7. Daerah yang memiliki nilai tertinggi untuk faktor ini adalah Kab. Tebo dengan nilai sebesar 7,30 sedangkan Kab. Sarolangun merupakan daerah dengan nilai terendah yaitu 6.33.

Grafik 2. Peringkat Daya Saing Investasi Daerah Provinsi Jambi Faktor Keamanan, Politik dan Sosial Budaya


Tingginya nilai faktor kampolsosbud di Kab. Tebo mengindikasikan bahwa daerah ini lebih memiliki tingkat kestabilan dalam hal keamanan dan politik, serta kultur sosial budaya yang lebih kondusif terhadap investor, baik yang berasal dari dalam daerah sendiri maupun dari luar daerah.

Hal ini tidak terlepas dari status daerah ini sebagai daerah pemekaran baru dari Kabupaten Bungo yang secara geografis berada pada jalur lintas Sumatera yang biasanya memiliki karakteristik tingginya heterogenitas masyarakat dan lebih terbuka. Heterogenitas masyarakat dapat terlihat pada beragamnya suku bangsa yang didominasi oleh suku Jawa (49,21%) dan suku Melayu Jambi (42,54%). Besarnya proporsi penduduk migran merupakan indikasi keterbukaan daerah Tebo terhadap semua pendatang yang bermaksud baik.

b. Faktor Ekonomi Daerah
Faktor Ekonomi Daerah merupakan faktor dengan bobot tertinggi kedua pada pemeringkat daya saing investasi di kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk faktor ekonomi daerah adalah sebesar 5,22. Daerah yang memiliki nilai tertinggi untuk faktor ini adalah Kota Jambi dengan nilai sebesar 6,20 sedangkan Kab. Batanghari merupakan daerah dengan nilai terendah yaitu 3,92. Jauhnya range nilai yang didapatkan masing-masing Kabupaten/kota untuk faktor ini mencerminkan masih belum meratanya perekonomian di antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Faktor ekonomi daerah terdiri dari tiga variabel yaitu daya beli masyarakat, ekonomi daerah dan tingkat investasi. Kota Jambi meraih nilai tertinggi untuk ketiga variabel ini. Tingginya nilai daya beli masyarakat di kota Jambi dikarenakan kota ini merupakan wilayah terbanyak dan terpadat penduduknya, sedangkan tingkat investasi di sini juga cukup baik sejalan dengan posisinya sebagai ibukota provinsi. Di sisi ekonomi daerah, perekonomian kota pusat administrasi ini juga berkembang yang disokong oleh sektor tersier.

Grafik 3. Peringkat daya saing investasi Daerah Provinsi Jambi Faktor Ekonomi Daerah


c.Faktor Infrastruktur Fisik
Faktor Infrastruktur Fisik merupakan faktor yang menjadi pertimbangan yang cukup penting dalam berinvestasi. Dukungan infrastruktur yang baik mampu meningkatkan produktivitas faktor-faktor penentu berinvestasi lainnya. Semakin besar skala usaha maka kebutuhan akan infrastruktur juga akan semakin besar. Implikasinya, jika pemerintah daerah menginginkan masuknya investor dengan skala usaha besar maka pemerintah daerah harus mampu mempersiapkan skala infrastruktur yang juga besar guna menunjang kegiatan usaha investor. Dua variabel utama dalam menunjang infrastruktur fisik adalah variabel ketersediaan dan kualitas infrastruktur fisik.

Kedua
variabel ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan usaha di daerah. Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk faktor infrastruktur adalah sebesar 5,51. Daerah yang memiliki nilai tertinggi untuk infrastruktur fisik adalah Kota Jambi dengan nilai 6,43. Hal ini sangatlah wajar mengingat posisi Kota Jambi sebagai ibukota Provinsi yang sekaligus merupakan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi sehingga standar minimal dari kebutuhan infrastruktur (ketersediaan jalan, pelabuhan laut dan udara) relatif terpenuhi.

Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan nilai 6,30. Sebagai kabupaten hasil pemekaran pada tahun 1999,kabupaten ini dulunya hampir tidak bersentuhan dengan jalan beraspal, sebagai daerah rawa yang lebih akrab dengan jalan berlumpur, jalan tanah dan miskin fasilitas ekonomi.

Namun setelah pemekaran, pemerintah banyak melakukan perubahan-perubahan secara mendasar seperti mengurangi keterisolasian antara sentra-sentra produksi dengan pusat-pusat pemasaran dengan membangun jalan dan jembatan yang menghubungkan kedua lokasi aktivitas ekonomi ini, membangun sarana dan prasarana perhubungan antar pusat-pusat pemerintahan dengan ibu kota kabupaten, membangun berbagai fasilitas ekonomi,mengadakan beberapa acara nasional di daerah ini dan berlangsung cukup sukses.

Hal yang bertolak belakang terjadi untuk daerah Kabupaten Tebo. Daerah ini memiliki nilai terendah untuk faktor infrastruktur yaitu sebesar 4,34. Hal ini mengindikasikan bahwa kabupaten Tebo memiliki ketersediaan infrastruktur yang sangat terbatas. Karakteristik daerah ini sebagai daerah pemekaran tidak terlepas sebagai faktor penyebab rendahnya nilai atas ketersediaan infrastruktur dalam mendukung aktivitas investor.

Grafik 4. Peringkat Daya Saing Investasi Daerah Provinsi Jambi Faktor Infrastruktur


d. Faktor Kelembagaan
Faktor Kelembagaan terdiri dari variabel Kepastian Hukum, Kebijakan dan Peraturan Daerah, Aparatur dan Pelayanan, serta Kepemimpinan Lokal. Seharusnya faktor Kelembagaan layak menjadi faktor utama dalam pertimbangan investasi, karena faktor inilah yang menentukan baik atau tidaknya faktor-faktor lainnya seperti faktor Keamanan,Politik, dan Sosial Budaya serta Faktor Infrastruktur Fisik.

Akan tetapi dipertimbangkannya faktor Kelembagaan di urutan keempat bukan berarti faktor ini tidak mendapat prioritas tuntutan investor untuk diperbaiki, malah lebih mungkin karena tuntutan perbaikan terhadap Faktor Kelembagaan telah membuat investor ”skeptis” dan menganggap sebagai faktor yang harus diterima apa adanya.

Rata-rata nilai daya saing investasi untuk faktor ini di Provinsi Jambi adalah sebesar 5,92. Nilai ini mengindikasikan bahwa faktor kelembagaan dapat dikatakan kurang mendukung. Adapun daerah yang memiliki nilai tertinggi untuk faktor kelembagaan ini adalah Kabupaten Sarolangun sedangkan daerah yang memiliki nilai terendah adalah Kota Jambi.

Tingginya nilai untuk Kabupaten Sarolangun disebabkan dampak kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan kegiatan investasi swasta, seperti penegakan supremasi hukum dan penataan peraturan daerah, peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan kepada masyarakat melalui penggabungan instansi/lembaga pemberi izin usaha (pelayanan satu atap), adanya komitmen Pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada investor mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa.

Rendahnya nilai faktor kelembagaan untuk Kota Jambi (5,00) mengindikasikan bahwa pemerintahan daerah kurang menata diri dalam melakukan perbaikan mengenai masalah kepastian hukum, dan pelayanan aparatur, bahkan biaya pengurusan izin dan dokumen lainya juga sangat membebani.

Grafik 5. Peringkat Daya Saing Investasi Daerah Provinsi Jambi Faktor Kelembagaan


e. Faktor Tenaga Kerja
Faktor Tenaga Kerja terdiri dari variabel Ketersediaan Tenaga Kerja, Kualitas Tenaga Kerja, dan Biaya Tenaga Kerja. Pertambahan penduduk membuat ketersediaan dan biaya tenaga kerja tidak menjadi masalah. Masalah justru datang dari kualitas tenaga kerja.

Kota Jambi, Kabupaten Tanjab Timur dan Tanjab Barat merupakan daerah yang memiliki nilai terendah untuk faktor tenaga kerja. Hal ini lebih dikarenakan adanya perbedaan struktur ekonomi dan ketersediaan jumlah tenaga kerja pada daerah yang bersangkutan. Kota Jambi yang struktur ekonominya lebih berbasis pada sektor perdagangan dan jasa lebih menuntut kualifikasi tenaga kerja. Demikian juga dengan Kabupaten Tanjab Timur yang beberapa periode terakhir ini lebih menuntut kualifikasi tenaga kerja pada sektor industri pertambangan dan perkebunan.

Grafik 6. Peringkat daya saing investasi Daerah Provinsi Jambi Faktor Tenaga Kerja


REKOMENDASI
1. Faktor Kelembagaan
  • Melakukan koordinasi dan pengawasan dalam kaitannya dengan penegakan kepastian hukum pada setiap kabupaten kota.
  • Meningkatkan peranan koordinasi oleh pemerintah Provinsi Jambi terkait dengan rancangan peraturan daerah oleh masing-masing kabupaten kota, yang mengakomodir dunia usaha dengan memperhatikan aspek efisiensi.
  • Meningkatkan peranan BKPMD dalam upaya peningkatan kualitas aparatur dan pelayanan pada dunia usaha dengan berkoordinasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah.
  • Memfasilitasi dan mengkoordinasi antara kabupaten kota dalam penyediaan informasi potensi investasi pada masing-masing daerah.

2. Faktor Kelembagaan
  • Memfasilitasi dalam upaya mengeliminir masalah-masalah krusial yang berdampak terhadap masalah keamanan terutama yang terkait dengan masalah pertanahan.
  • Melakukan upaya preventif terhadap timbulnya masalah sosial politik, terutama yang terkait dengan hubungan antara eksekutif dan legislatif.

3. Faktor Ekonomi Daerah
  • Pemerintah harus mampu mencitrakan Provinsi Jambi sebagai daerah yang memiliki prospek dan daya tumbuh ekonomi yang baik. Hal ini dapat tercapai melalui kebijakan ekonomi makro yang dapat berdampak terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan konomi sektoral, terutama sektor ekonomi potensial.
  • Kebijakan diatas harus disertai dengan memperhatikan pembangunan kawasan unggulan antar kabupaten kota dengan konsep integrasi.

4. Faktor Ketenaga Kerjaan
  • Sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jambi serius mengaplikasikan prinsip link and match dalam pengembangan institusi pendidikan yang lulusannya dipersiapkan memasuki pasar tenaga kerja. Untuk itu, institusi pendidikan yang harus segera dikembangkan adalah institusi pendidikan setingkat diploma atau politeknik.
  • Pemerintah harus segera melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan guna menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.

5. Faktor Infrastruktur
  • Pemerintah Provinsi Jambi harus menempatkan program pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas. Dalam pembangunan infrastruktur, terutama diarahkan pada kawasan sentra produksi yang potensial untuk dimasuki investor.
  • Perlu dukungan Pemerintah Provinsi Jambi kepada kabupaten kota yang akan membangun infrastruktur dalam pengembangan daerahnya, terutama yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan investor.
Rujukan

Selanjutnya ..

Senin, Januari 18, 2010

Juga - Tentang Investasi Jambi

Provinsi Jambi terdiri dari 9 (sembilan) kabupaten dan 1 (satu) kota, dengan luas wilayah provinsi sebesar 53.435 Km². Provinsi ini disebelah utara berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, di sebelah timur berbatasan dengan Selat Berhala, di sebelah selatan dengan provinsi Sumatera Selatan dan di sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat. Penduduk di provinsi ini sekitar 2,66 juta jiwa dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,45%.

Pada tahun 2005, total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi sesuai harga konstan mencapai Rp. 12,7 triliun. Kontribusi terbesar disumbang oleh sektor pertanian sebesar Rp. 3,81 triliun atau 30,2% dari total PDRB diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor industri pengolahan dengan kontribusi masing-masing sebesar Rp. 2,15 triliun (17%) dan Rp. 1,7 triliun (14%), sebagaimana grafik disamping.

Provinsi Jambi memiliki berbagai macam komoditi unggulan antara lain padi, jagung, kelapa sawit, karet, kakao dan perikanan. Sampai tahun 2006, Provinsi Jambi telah memiliki 18 pelabuhan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, antara lain Pelabuhan Talang Duku, Kuala Tungkal, Muara Sabak, Pangkal Duri, Sungai Jambat, Air Hitam Laut, Kuala Mendahara, Lambur Luar, Muara Delli, Nipah Panjang, Pemusiran, Simbur Naik, Sungai Lokan, Betung Berdarah, Desa Pintas, Kuamang Kuning, Muara Tebo dan Pelabuhan Jambi yang merupakan pelabuhan terpanjang dengan panjang dermaga 230,50 m. Provinsi ini memiliki 2 (dua) bandar udara yaitu Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci dan Bandara Sultan Thaha di Kota Jambi.Rujukan

Selanjutnya ..

Pemasar Investasi Jambi

Pemasar Investasi Terbaik

Wajah Jambi dalam lima tahun terakhir sangat semarak dengan kegiatan investasi dan pembangunan. Modal asing dan dalam negeri yang masuk terus merangkak naik. Zulkifli Nurdin sangat piawai memasarkan potensi wilayahnya ke para investor. Ia adalah pemasar investasi terbaik diantara gubernur yang ada. Keahlian Zulkifli sebagai pemasar investasi menjadi klop dengan kegetolannya membangun proyek-proyek berskala mega.

Zulkilfi Nurdin sudah sangat dikenal sebagai satu-satunya gubernur yang sangat getol memperjuangkan terwujudnya berbagai proyek berskala mega. Dengan mendorong realisasi proyek besar, ia berharap pertumbuhan ekonomi wilayah berakselerasi cepat, infrastruktur daerah meningkat lebih baik.

Zulkifli hanya punya satu cara mewujudkan impiannya, dan itu konsisten ia jalankan, yakni menggandeng dan menjaring sebanyak mungkin investor dalam dan luar negeri. Provinsi Jambi menurutnya mempunyai keterbatasan kemampuan keuangan.

Langkah pertama yang harus Zulkifli lakukan adalah menciptakan suasana dan iklim berusaha yang kondusif, serta bersahabat dengan semua investor. Ia juga harus rajin menjambangi atau mendatangkan para pelaku usaha lokal dan asing, supaya mereka berkenan menanamkan modalnya di bumi “Daerah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” ini.

Semula, publik secara kritis bertanya-tanya apa sajakah hasil yang Jambi peroleh dari sejumlah kunjungan dan perjalanan promosi Gubernur ke luar negeri. Apakah ada, PMA yang bersedia melakukan investasi di Jambi. Cibiran itu masuk akal, memang. Di awal kepemimpinan Zulkifli, 1999, krisis ekonomi dan situasi sosial politik masih tak menentu. Jaminan keamanan dalam arti makro secara khusus telah mempersulit masuknya investasi asing ke Indonesia. Siapapun sadar, adalah sulit meyakinkan investor, sekalipun proyek investasi yang ditawarkan begitu menarik dan menguntungkan secara ekonomis.

Jambi Berubah Wajah
Sebagai pemimpin baru yang visioner dan memiliki segudang ide-ide kreatif, bagi Zulkifli, mengunjungi sejumlah negara untuk menggaet investor bukanlah pekerjaan istimewa, sesungguhnya. Sebelum menjabat Gubernur pun, ia sudah terbiasa melanglang buana ke sejumlah negara mencari investor. Pada tahun 1983, misalnya, sambil berdarmawisata ia berhasil menggaet rekan bisnis baru dari Jerman Barat, untuk bersama-sama melakukan investasi pengepakan nenas tangkit.

Pada akhirnya faktalah yang berbicara. Ia berhasil memupus keraguan banyak pihak. Arus masuk Penanaman Modal Asing (PMA) ke Propinsi Jambi menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Jambi telah berubah wajah menjadi daerah tujuan investasi yang menjanjikan, berprospek bagus dan menarik. Dalam dua tahun pertama kepemimpinannya Jambi mengalami peningkatan arus masuk investasi 21,3 persen, padahal, dalam waktu bersamaan secara nasional Indonesia justru mengalami penurunan investasi PMA 50 persen.

Jambi mempunyai keunikan dalam hal peta perjalanan investasi asing. Pada tahun 1997 Jambi sama sekali belum memperlihatkan peningkatan investasi PMA. Investasi PMA baru masuk ke Jambi tahun 1998, itupun nilainya hanya 11,805 ribu dolar AS. Lalu tahun 1999 tak satupun investasi PMA bertambah, Jambi tetap hanya memiliki 12 proyek PMA.

Jambi baru menggeliat tahun 2000, total nilai investasi yang masuk 337.420,84 dolar AS, atau setara dua kali lipat dari akumulasi investasi yang terjadi tahun 1967-1995. Tahun 2001 Jambi mengalami sedikit penurunan investasi, yang masuk hanya 313.512,09 dolar AS.

Jika dilihat jumlah perusahaan PMA yang masuk, pada Januari-Desember 2001 sebanyak sembilan perusahaan masuk, atau naik 125 persen dibanding tahun sebelumnya. Dua merupakan perusahaan asal Singapura, bergerak di sektor pengolahan kelapa sawit, satu asal Taiwan bergerak di sektor moulding. Enam perusahaan lainnya berasal dari Malaysia, empat diantaranya perusahaan moulding dan komponen bahan banguinan serta perusahaan pertambangan minyak dan gas. Kesembilan PMA mampu menyerap 6.016 tenaga kerja. Jumlah itu meningkat tajam 482,56 persen dibanding tahun sebelumnya, yang hanya menyerap 1.327 tenaga kerja.

Menandatangani Berbagai MoU
Melewati tahun 2000 dan 2001 semakin banyak saja langkah-langkah terobosan Zulkifli Nurdin menggalang investasi dari dalam dan luar negeri. Ia semakin sering melakukan promosi investasi dan perdagangan. Sejumlah kesepahaman dan saling pengertian berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) berhasil ditandantangani. Dengan PT Perusahaan Gas Nasional (PGN), pimpinan WMP Simanjuntak, misalnya. Zulkifli dan Simanjuntak sepakat membangun proyek pemasangan pipa gas bawah laut melintasi Jambi-Kuala Tungkal-Batam-Singapura.

Proyek mega senilai 470 dolar AS itu dikerjakan oleh PT Jambi Gas, sebuah perusahaan baru patungan antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan PT PGN. Simanjuntak menyebutkan, pendirian perusahaan patungan semacam PT Jambi Gas adalah yang pertama kali terjadi di Indonesia, dan ide tersebut murni meluncur dari “Sang Gubernur Pembawa Perubahan”, Zulkifli Nurdin. Komisi V daan VIII sepakat menyatakan persetujuan pendirian perusahaan patungan, setelah melalui pembahasan yang alot. Pemerintah pun, melalui Menneg BUMN setuju pendirian perusahaan patungan.

Selain senang membangun proyek berskala mega, Zulkifli Nurdin juga terkenal getol menawarkan sektor migas sebagai andalan investasi. Dengan sebuah perusahaan asal Singapura, yang tergabung dalam Federal International Ltd, pada 27 Januari 2004 Zukifli berhasil menandatangani pendirian perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan migas.

Pendirian perusahaan patungan, yang diberi nama PT Federal Batanghari, merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya, yang sudah ditandatangani PT Jambi Info Trade Centre dengan pimpinan Federal International Ltd, Mr Koh Kian Kjong, pada 18 Desember 2003. Ketika itu, penandatanganan MoU dilakukan secara sangat unik melalui telekonferensi. Zulkifli menandatangani MoU melalui faksimili yang tersedia di ruang kerja Gubernur.

Dirikan Pusat Promosi di Singapura
Keberhasilan Jambi menggaet investor besar asal Singapura tak lepas dari kecerdikan Zulkifli mendirikan Pusat Promosi Jambi di Singapura (Jambi Promotion Office), pada 4 Desember 2003.

Pendirian kantor pusat promosi di luar negeri merupakan langkah jitu memperluas jaringan pasar produk-prodduk lokal Jambi ke luar negeri, khususnya Singapura.

Zulkifli ssudah lama meniatkan menjadikan Singapura sebagai sasaran utama bisnis dan perdagangan Jambi. Bahkan, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Mr Georgge Yeoh, didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Edward Lee, dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Slamet Hidayat, akhir Agustus 2003 menyempatkan diri mengunjungi langsung provinsi Jambi.

Langkah Zulkifli menggalang kerjasama usaha, perdagangan, dan investasi dengan Singapura memperoleh dukungan kuat dari pemerintah sana. George Yeoh menyebutkan, Singapura siap mendukung kerjasama di berbagai bidang seperti pertanian, prasarana industri. Singapuran juga ikut mengembangkan pelabuhan Muara Sabak, 120 kilometer timur laut kota Jambi, sebagai pelabuhan ekspor berprospek masa depan.

Seusai bertemu Zulkifli Nurdin 20 Agustus 2003, GeorgeYeoh kemudian melanjutkan kunjungan bisnisnya ke Kabupaten Kerinci, untuk mempromosikan pariwisata Jambi khususnya wisata alam dan agrowisata Kerinci.

Zulkifli juga memperoleh dukungan kuat dari Agri Food & Veterianary Autority of Singapura (AVA), saat Deputi Direktur AVA, Dr. Philip Chew Hong, bertemu Zulkifli di Singapura akhir Desember 2003. Pengusaha Singapura siap membantu penerapan teknologi pengembangan usaha di bidang agrikultur, perikanan dan pertanian Propinsi Jambi, sesuai dengan standar kualitas produk suatu komoditi yang ditentukan.

Sehari setelah kedatangan Geeorge Yeoh, sejumlah besar investor asal Singapura berkunjung ke Jambi meninjau sejumlah proyek termasuk meninjau pelabuhan samudera Muara Sabak.

Khusus tentang Muara Sabak, banyak pihak sampai-sampai mengacungkan jempol memuji langkah terobosan Zulkifli Nurdin menjadikannya pelabuhan samudera berskala internasional. Dorojatun Kuntjoro-Jakti, selaku Menko Perekonomian, pernah berujar pemerintah pusat siap membantu mensukseskan rencana Muara Sabak sebagai pelabuhan samudera.

Nampaknya upaya dan kerja keras Zulkifli menggalang investasi dari dalam dan luar negeri tidak sia-sia. Ini dapat dilihat dari tingginya perhatian sejumlah pejabat dari daerah luar, yang berkeinginan mencontoh Propinsi Jambi dalam mendatangkan investor ke daerah. Di antaranya adalah delegasi dari provinsi Banten, dipimpin Wakil Gubernurnya Ny. Hj. Ratu Chodisyah Maret 2003.

Perkembangan Pencapaian Investasi PMA dan PMDN
di Provinsi Jambi Tahun 1999-2003
Tahun PMA Jumlah PMDN Jumlah
(ribu US$) Perusahaan (juta Rp) Perusahaan
1999 147.377,62 12 25.106.385,91 56
2000 337.420,84 22 26.343.237,78 92
2001 313.512,09 30 27.584.974,47 107 2002 894.953,16 33 28.114.930,28 110
2003 1.297.199,23 42 28.657.489,98 118
Rata-rata 72.24 36,78 3,36 8,23
Sumber: LPJ Gubemur 1999-2003

Jerih payah dan kesungguhan Zulkifli mendatangkan investasi ke “Daerah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” menampakkan hasil, sesssuai dengan peta perkembangan pencapaian investasi PMA dan PMDN di Provinsi Jambi tahun 1999-2003. Keberhasilan itu tak luput dari perhatian sejumlah pejabat provinsi lain, untuk ditiru kiat bagaimana mendatangkan investor. Delegasi Provinsi Banten, misalnya, dipimpin Wakil Gubernur Ny. Hj. Ratu Chodisjah berkenan mengunjungi Jambi pada Maret 2003. ►e-ti/ht. Rujukan

Selanjutnya ..

Investasi Jambi

Peningkatan Investasi dan Ekspor Nonmigas Provinsi Jambi

(Berita Daerah - Sumatra) - Selang waktu 6 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi berdasarkan harga konstan 1993 menunjukkan trend yang meningkat. Pada tahun 1999, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi hanya sebesar 2,90% tetapi tahun 2004 telah mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 5,42% atau dalam kurun waktu 6 tahun tersebut laju pertumbuhan rata-rata ekonomi Provinsi Jambi mencapai 4,72% pertahun, selama periode 1999-2004.

Namun pertumbuhan tersebut secara rata-rata 38 persen berasal dari sektor primer, sehingga efek multipliernya (multiplier effect) kepada masyarakat relatif kecil. Pertumbuhan ekonomi tahun 2004 sebesar 5,42 persen, berasal dari kontribusi sektor primer sebesar 39 persen, sehingga peranan sektor primer masih relatif besar dalam mendorong pertumbuhan ekolnomi.

PDRB Perkapita atas harga berlaku menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu dari Rp 3,39 juta tahun 1999 meningkat menjadi Rp 6,67 juta tahun 2004 atau tumbuh rata-rata 13,88% per tahun. Kenaikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan penurunan tingkat inflasi. Pada tahun 2000, tingkat inflasi Provinsi Jambi sebesar 8,4%, tahun 2001 dan 2002 masing-masing tingkat inflasi sebesar 10,11% dan 12,84% tetapi pada tahun 2003 tingkat inflasi dapat diturunkan menjadi 3,79% dan inflasi tahun 2004 naik menjadi 7,25%, bahkan inflasi tahun 2005 diperkirakan mencapai sekitar 15 %.

Dari struktur perekonomian, Provinsi Jambi masih didominasi oleh sektor pertanian. Hal ini telihat dari masih besar kontribusi sektor pertanian pada PDRB Provinsi Jambi (30,22%), sedangkan sektor pertambangan menunjukkan kontribusinya makin meningkat. Pada tahun 1999, sektor pertambangan hanya punya kontribusi pada PDRB sebesar 10,18% dan tahun 2003 kontribusinya sudah mencapai 15,45%.

Akan tetapi sektor industri pengolahan relatif tetap selama 5 tahun terakhir. Namun sektor jasa menunjukkan kenaikan. Kontribusi sektor jasa pada tahun 1999 sebesar 9,01% dan pada tahun 2003 telah meningkat menjadi 9,88%. Analisis kontribusi sektoral terhadap PDRB tersebut didasarkan atas harga berlaku.

Gambaran umum dari perkembangan ekonomi Provinsi Jambi juga terlihat dari peningkatan lembaga perbankan, khususnya perbankan swasta. Pada tahun 1999 hanya ada 5 bank swasta dan tahun 2003 telah menjadi 10 bank swasta. Penambahan bank swasta tersebut juga akan bedampak terhadap jumlah dana pihak ketiga dan jumlah kredit yang disalurkan perbankan dalam rangka menumbuh kembangkan ekonomi Provinsi Jambi.

Dari sisi penyaluran kredit perbankan terjadi peningkatan dari Rp.1,41 trilyun pada tahun 1999 meningkat menjadi Rp.2,38 trilyun tahun 2003 atau meningkat sebesar 68,79 persen. Penyaluran kredit sampai Agustus 2004 telah mencapai Rp.2,69 trilyun (naik 13,19%). Demikian juga untuk Kredit Usaha Kecil (KUK) mengalami peningkatan sebesar 256,56 persen atau meningkat rata-rata 54,83 persen pertahun, yakni dari Rp.366 Milyar tahun 1999 menjadi Rp.1,305 trilyun tahun 2003 dan kredit yang telah disalurkan sampai Agustus 2004 mencapai Rp.1,092 trilyun.

Dalam perdagangan internasional, aktivitas ekspor Provinsi Jambi meningkat dalam selang waktu 5 tahun terakhir. Nilai Ekspor Provinsi Jambi tahun 1999 sebesar US$ 468,32 juta meningkat menjadi US$ 529,23 juta pada tahun 2003 atau meningkat 13 persen. Sedangkan sampai akhir tahun 2004 diproyeksikan mencapai US$ 580,00 juta. Sementara Nilai Impor tahun 1999 sebesar US$ 41,48 juta, menjadi US$ 63,75 juta tahun 2003 atau meningkat 53,69 persen.

Sedangkan tahun 2004 diproyeksikan menurun menjadi US$ 43,73 juta. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan internasional Provinsi Jambi mengalami surplus. Pada tahun 1999 surplus sebesar US$ 426,84 dan meningkat menjadi US$ 465,48 juta tahun 2003 atau 9,05 persen, sedangkan pada tahun 2004 ini diproyeksikan mencapai US$ 528 juta atau meningkat 26,44 persen.

Aktivitas industri dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini juga menunjukkan peningkatan. Nilai produksi industri kecil dan menengah pada tahun 1999 hanya Rp 208,21 miliar,- tetapi tahun 2003 telah mencapai sebesar Rp 304,97 miliar. Untuk industri besar juga meningkat. Tahun 1999, industri besar nilai produksi sebesar Rp 1.867,6 miliar,- dan tahun 2003 nilai produksi industri besar telah mencapai Rp 2.324,8 miliar,-.

Khusus untuk pengembangan ekonomi kerakyatan, telah pula dikucurkan kredit usaha kecil (KUK) sebesar Rp 366 miliar tahun 1999 meningkat menjadi Rp 1.305 miliar tahun 2003 dan sampai Agustus 2004 mencapai Rp 1.092 miliyar. Trend perkembangan KUK dan Industri Dagang Kecil dan Menengah (IDKM) selama 6 tahun digambarkan pada grafik berikut ini.

Program ekonomi kerakyatan yang diluncurkan oleh pemerintah juga didukung oleh KUK yang tumbuh rata-rata 37,41 % selama 5 tahun. Keberhasilan ini juga mendorong pengembangan IDKM yang tumbuh rata-rata 10,04% per tahun, dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 48.640 orang tenaga kerja.

Dari sisi penyaluran kredit perbankan terjadi peningkatan dari Rp.1,41 trilyun pada tahun 1999 meningkat menjadi Rp.2,38 trilyun tahun 2003 atau meningkat sebesar 68,79 persen. Penyaluran kredit sampai Agustus 2004 telah mencapai Rp.2,69 trilyun (naik 13,19%). Demikian juga untuk Kredit Usaha Kecil (KUK) mengalami peningkatan sebesar 256,56 persen atau meningkat rata-rata 54,83 persen pertahun, yakni dari Rp.366 Milyar tahun 1999 menjadi Rp.1,305 trilyun tahun 2003 dan kredit yang telah disalurkan sampai Agustus 2004 mencapai Rp.1,092 trilyun.

Dari sudut tenaga kerja, jumlah pengangguran juga mengalami penurunan selama 5 tahun belakang ini. Akibat krisis moneter, jumlah pengangguran terbuka menjadi besar. Tahun 1999 saat masa krisis ekonomi dan moneter, di Provinsi Jambi tercatat 28.792 orang penganggur tebuka. Berkat kebijakan ekonomi yang ikut memberdayakan para penganggur serta peningkatan pertumbuhan ekonomi maka jumlah penganggur telah berkurang mencapai 16.032 orang pada tahun 200, dan sampai Oktober 2004 hanya tinggal 14.743 orang. Tingginya pengangguran terbuka tahun 1999 disebabkan oleh dampak terjadinya krisis ekonomi, sehubungan dengan itu pada pemerintah melakukan program jaring pengaman sosial (JPS) yang sifatnya padat karya.

Selain itu penurunan angka pengangguran ini disebabkan karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,72 persen sehingga dapat meningkatkan kesempatan kerja selama periode 1999-2004 sebesar 3,09 persen. Berdasarkan data BPS Pusat tingkat unemployment rate Provinsi Jambi tahun 2002 sebesar (5,78) yaitu berada pada posisi no 2 terkecil di Sumatera setelah Bangka Belitung (5,23 %). Hal ini juga dapat dibenarkan bahwa pertumbuhan ekonomi telah berdampak terhadap pertumbuhan kesempatan kerja.

Peningkatan kesempatan kerja tersebut sangat dipengaruhi oleh peningkatan investasi. Realisasi Investasi yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami peningkatan dari Rp.5,6 trilyun tahun 1999 menjadi Rp.8,41 trilyun tahun 2003 atau meningkat 50,16 persen. Sedangkan sampai akhir tahun 2004 diproyeksikan mencapai Rp.8,534 trilyun atau meningkat rata-rata 29,3 persen selama periode 1999-2004.

Demikian juga realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Tahun 1999 hanya US$ 11,77 juta meningkat tajam menjadi US$ 95,96 juta tahun 2003, sampai Oktober 2004 realisasi PMA sebesar US$ 97,43 juta atau meningkat rata-rata 52,61 persen. Namun jika dilihat dari realisasi investasi PMDN dan PMA selama periode 1999-2004 relatif rendah yaitu rata-rata hanya 27,5 persen untuk PMDN dan 15,5 persen untuk PMA.

Hal ini mengindikasikan prospek investasi di Provinsi Jambi dari sisi investor tidak begitu menarik. Rendahnya realisasi investasi PMDN dan PMA itu berimplikasi pada pertumbuhan sektor industri yang relatif menurun, terutama dari sektor industri perkayuan.(Fadjar A.Dewanto/FAD/bd). Rujukan

===================================================================

Selanjutnya ..

Sosial Budaya Jambi

Sosial Budaya Provinsi Jambi

Hanya ada satu bahasa daerah di Provinsi Jambi, yaitu Bahasa Melayu, dengan beberapa dialek lokal seperti dialek Kerinci, Bungo/Tebo, Sarolangun, Bangko, Melayu Timur (Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur), Batanghari, Jambi Seberang, Anak Dalam dan Campuran. Khusus untuk masyarakat Kerinci, mereka mempunyai aksara tersendiri yang dikenal dengan Aksara Encong yang dapat ditemui dan digunakan oleh sekelompok masyarakat di sana.

Provinsi ini dapat dikatakan multietnis. Sebagian besar adalah Melayu Jambi dan selebihnya adalah berbagai suku dan etnis dari seluruh Indonesia. Etnis dominan adalah Minang, Bugis, Jawa, Sunda, Batak, Cina, Arab, dan India.

Di provinsi ini adat istiadat Melayu sangat dominan. Adat inilah yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat yang bersendikan kepada hukum islam. Adagium ”Adat bersendikan sara’, sara’ bersendikan kitabullah” atau ”Sara’ mengato adat memakai” sangat memsyarakat di sana. Penegak syariat Islam banyak mewarnai masyarakat Jambi. Dalam keseharian mereka, banyak ajaran dan pengaruh Islam diterapkan, diantaranya tradisi tahlilan kematian, Yasinan, serta berbagai upacara yang dilakukan mengikuti daur hidup manusia.

Sebagai masyarakat agraris, warga Jambi juga kerap melaksanakan adat–istiadat yang berkaitan juga dalam bidang pertanian, misalnya adat “serentak turun ke umo”. Dalam mengolah sawah sesuai dengan musimnya dengan berpedoman pada rotasi iklim, hal ini di sebut “piamo”. Dalam hal keamanan tanaman agar tidak dirusak ternak, berlaku pepatah adat ”umo bekandang siang, kerbo bekandang malam”, yang berarti jika binatang ternak mengganggu tanaman siang hari, maka tanggung jawab tetap pada si pemilik sawah atau kebun. Sebaliknya jika ternak memasuki sawah atau kebun pada malam hari, tanggung jawab tetap ada di pundak pemilik ternak.

Untuk memperkuat dan memelihara adat istiadat tersebut, berbagai kegiatan kesenian dan sosial budaya kerap di lakukan, antara lain :

  1. Tari Asik, dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengusir bala penyakit;
  2. Tradisi Berdah, dilaksanakan saat terjadi bencana dengan tujuan menolak bencana;
  3. Kenduri Seko, bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris, tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno;
  4. Mandi Safar, dilaksanakan pada hari Rabu di akhir bulan Safar bertujuan untuk menolak bala;
  5. Mandi Belimau Gedang, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan menyucikan dan mengharumkan diri; dan
  6. Ziarah Kubur, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan mendoakan arwah leluhur.


Provinsi Jambi sangat kaya akan kerajinan daerah, salah satu bentuk kerajinan daerah adalah anyaman yang berkembang dalam bentuk aneka ragam. Kerajinan anyaman di buat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut, batang rumput resam, rotan, daun kelapa, daun nipah, dan daun rumbia. Hasil anyaman ini bermacam–macam pula, mulai dari bakul, sumpit, ambung, katang–katang, tikar, kajang, atap, ketupat, tudung saji, tudung kepala dan alat penangkap ikan yang disebut Sempirai, Pangilo, lukah dan sebagainya. Kerajinan lainnya adalah hasil tenun yang sangat terkenal, yaitu tenunan dan batik motif flora.Rujukan

Pengurus LBBJ (Lembaga Budaya Batak Jambi) Periode 2008-2011
KabarIndonesia - Jamb, Drs. H. Rahmad Derita Harahap dan Ir. P. Bernhard Panjaitan MM kembali terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Umum (Sekum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi periode 2008-2011 pada rapat pengurus di Grand Hotel Jambi, Sabtu (22/11).

Rapat tersebut juga sebagai laporan pertanggungjawaban BPP LBBJ Provinsi Jambi periode 2006-2008. Menurut Ir P Bernhard Panjaitan, perjalanan LBBJ Provinsi Jambi untuk turut ambil bagian dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan serta silaturahmi masyarakat Batak Jambi dalam keaneka ragamannya.

Disebutkan, BPP LBBJ Provinsi Jambi dalam masa kepengurusannya hingga kini telah berusaha turut serta memberikan warna terhadap masyarakat Jambi pada umumnya dan pada masyarakat Batak Jambi khususnya.

Produk-produk yang dihasilkan oleh LBBJ Provinsi Jambi diantaranya, Pengukuhan BPP LBBJ Provinsi Jambi 7 September 2003, Pemberian Gelar Adat kepada Bupati Tanjung Jabung Timur dan Pelantikan Pengurus LBBJ Tanjabtim, Pelantikan Pengurus LBBJ, 16 Juni 2005 di Hotel Tapian Ratu.

Kemudian Pangupahon (pemberian tanda kehormatan) kepada Djaiutan Mangaradja, Zulkifli Nurdin (Gubernur Jambi) di Gedung Pesebanan Jambi tahun 2005, melaksanakan musyawarah kerja (Musker) LBBJ di Gedung BKOW Jambi tahun 2006.

Menurut Ir Bernhard Panjaitan, selanjutnya program lain yang telah dilakukan yakni, menghadiri undangan DPRD Provinsi Jambi dalam rangka HUT Provinsi Jambi januari 2007 dan Januari 2008, pergantian Sekretaris Jenderan LBBJ Provinsi Jambi dari Pinondang Hutabarat kepada Ir. P Bernhard Panjaitan tahun 2008.

Selanjutnya, menghadiri pertemuan Gubernur Jambi dengan seluruh Suku dan Tokoh adat di Rumah Gubernur Jambi 24 April 2008, mengadakan acara “Semalam di Bona Pasogit” sekaligus pemberian Ulos Holong kepada Djaitutan Mangaraja Zulkifli Nurdin di kediaman Zulkifli Nurdin, Mei 2008.

“Kegiatan lain melaksanakan dan mengikuti seminar sehari wajib belajar 12 tahun Provinsi Jambi yang dilaksanakan atas kerja sama Dunia Meklayu dan Dunia Islam (DMDI) Jambi, LBBJ dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Seminar adat Toba bekerjasama dengan HKBP Jambi Juli 2008 di Jambi,”kata Drs. Rahmad Derita Harahap menambahkan.

Disebutkan, kegiatan lain menghadiri pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Jambi Periode 2008-2012 di Gedung DPRD Provinsi Jambi 4 Nopember 2008. Pemberian krans bunga sebagai tanda turut berduka cita terhadap warga Batak di Jambi yang meninggal dunia.

Pemilihan
Pemilihan Ketum dan Sekjen BPP LBBJ Provinsi Jambi dilakukan oleh perwakilan lima Ketua Puak Batak. Antara lain Puak Simalungun ( B Saragih Sitio), Puak Toba (OM Simangunsong), Puak Karo (A Pinem), Puak Tabaksel (R Siregar) dan Puak Fak-fak (K. Maha Silalahi).

Setelah kepengurusan demisioner, pimpinan sidang terdiri dari Ir Tagor Mulia Nasution, Ir. P Bernhard Panjaitan, Robinson Hutapea, A Pinem, Drs P Sitio. Usai dilakukan pemilihan, perwakilan kelima Puak menyampaikan hasil pilihan Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Jumlah peserta rapat yang hadir sekitar 50 orang yang terdiri dari lima Puak dalam kepengurusan LBBJ Provinsi Jambi. Sementara untuk melengkapi kepengurusan lengkap diserahkan kepada Ketua Umum dan Sekum terpilih dibantu sejumlah formatur.

Pengurus terpilih diberi waktu seminggu untuk menyusun pengurus yang baru sesuai dengan Anggaran Dasar LBBJ Provinsi Jambi. Pengurus terpilih juga mengundang seluruh pengurus dari lima Puak hadir di Rumah Makan Aneka Rasa, Senin (24/11) pukul 19.00 wib. Pertemuan itu dalam rangka penyusunan struktur pengurus. Sementara pelantikan pengurus baru LBBJ Provinsi Jambi direncanakan awal Desember 2008.

Sosial Budaya
Sementara itu, beberapa tokoh Adat masyarakat Batak di Jambi OM Simangunsong, WP Napitupulu, mengatakan, seyogyanya program LBBJ Provinsi Jambi ke depan dapat mengayomi seluruh etnis Batak yang ada di Provinsi Jambi dalam membangun Provinsi Jambi.

Organisasi sosial budaya LBBJ Provinsi Jambi juga diharapkan sebagai jembatan masyarakat Batak di Jambi terhadap pemerintah daerah khususnya dalam menciptakan lapangan kerja serta memperbaiki ekonomi masyarakat Batak di Provinsi Jambi.

Menurut Drs Rahmad Derita dan Ir. P Bernhard Panjaitan dalam kata penutupnya mengatakan, sebagai upaya LBBJ memenuhi eksintensinya menjadi organisasi Batak Jambi yang kuat, maju dan mandiri ditengah-tengah masyarakat yang pluralis, maka LBBJ perlu turut ambil bagian dalam setiap upaya guna mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Kemudian silaturahmi masyarakat Batak Jambi dalam keanekaragamannya. Agande aktivitas kedepan yakni meningkatkan hubungan silaturahmi dengan masyarakat Batak di Jambi. LBBJ harus menciptakan format saling membutuhkan dan saling memiliki dengan masyarakat Batak di Jambi.

Selanjutnya meningkatkan hubungan dengan seluruh komponen masyarakat Jambi. LBBJ perlu melakukan pergaulan seluruh komponen masyarakat Jambi. Hal itu agar masyarakat Batak tidak mengalami keteransingan dan diskriminasi.

“LBBJ sebagai salah satu representasi wadah masyarakat Batak Jambi, sebagai bagian tak terpisahkan dari warga masyarakat Batak Jambi harus mampu bereksintensi dan seraya membangun masyarakat sipil yang egaliter (civil & egalitarian sociaty) yang berunsur saling menghargai, menghormati dan saling mangkaholongi (mengasihi),” ujar Ir. P Bernhard Panjaitan didampingi Drs Rahmad Derita Harahap. (ruk).Rujukan

Selanjutnya ..

Jumat, Januari 15, 2010

Komplek Percandian Muaro Jambi

Komplek Percandian Muaro Jambi
Keberadaan candi ini mulai terungkap tahun 1820. Candi yang terbuat dari batu merah yang tertumpuk. Beberapa tertumpuk membentuk stupa seperti layaknya candi Budha lainnya.

Alamat:Desa Danaulamo, Marosebo, Muaro Jambi.

Pada komplek percandian Muaro Jambi terdapat:

  1. Musium Situs, merupakan gedung koleksi tempat menyimpan temuan purbakala atau situs
  2. Arca Prajnaparamita, Arca dalam wujud dewi ini digambarkan dalam dharma-canramudra, yaitu sikap tangan sedang memutus roda dharma. Belanga, merupakan wadah logam dengan berat 160 kg serta tinggi 0,67 meter dengan lingkar bibir berdiameter 1,06 meter
  3. Candi Kembar batu, Candi Kotomahligai, Candi Astano, Candi Gedang 1 dan candi Gedang 2, Candi kedaton.
  4. Kolam Telago rajo Terletak di depan candi Gumpung atau sebelah Timur museum situs. Kolam ini berukuran 100 x 120 m yang selalu tergenang air dengan kedalaman 2-3 m dari permukaan tanah.
  5. Taman Nasional Berbak, merupakan salah satu kawasan konservasi lahan basah yang penting di Asia Tenggara ini dibuktikan dengan ditunjuknya sebagai kawasan ramsar (lahan basah Internasional).
  6. Burung Kuau Besar (Great Agus Pheasant - Arguisanus Argus); adalah salah satu jenis satwa langka yang saat ini masih ada dan hidup di hutan Tanjung Katung Kecamatan maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi.
Rujukan

Taman Nasional Kerinci Seblat
Obyek wisata ini luasnya mencapai 1 386 000 hektar dan memiliki keanekaragaman hayati daerah tropis.

Fauna yang terdapat dikawasan ini antara lain Badak Sumatera, Kambing Hutan, Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera.

Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di 4 wilayah propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah. Secara geografi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak pada 100°31'18" - 102°44' Lintang Timur dan 17'13" - 326'14" Lintang Selatan.

Sedangkan koleksi Flora yang terdapat di lokasi ini antara lain Pinus Mercusi Strain Kerinci, Kayu Pacet yang memiliki warna sangat menarik, Bunga Raflesia, Bunga Bangkai yang merupakan bunga tertinggi di dunia.Rujukan

Gunung Kerinci
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Kerenci, Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Ia adalah fitur paling terkenal dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Gunung Kerinci mempunyai ketinggian setinggi 3,800 meter daripada aras laut.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia (3.805 m dpl). Gunung ini memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas berukuran 600 x 580 meter dan 120 x 100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah ini diisi oleh air dengan warna hijau kekuning-kuningan.

Pada ketinggian 3.805 m dpl menawarkan pemandangan ke empat penjuru mata angin yang sangat mengagumkan.Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 1970.Rujukan

Taman Mini Jambi dan Taman Rimba
Kawasan obyek wisata budaya, taman rekreasi dan sarana olahraga.
1.
Lokasi
:
Jl. Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, 7 km dari pusat kota dan 500 m dari Bandara Sultan Taha
2.
Wisata
:
Taman hiburan dan rekreasi seluas 18 ha
3.
Fasilitas
:

- - - - - -

Rumah adat dari 6 kabupaten-kota se-Provinsi Jambi Bangunan gedung permanen Stadiun terbuka dengan sistem penerangan Tempat parkir luas Terdapat pintu masuk (gapura) & dikelilingi pagar Kebun binatang & taman, dengan flora & fauna yang dilindungi
4.
Keterangan:
Merupakan kawasan yang pernah digunakan untuk penyelenggaraan MTQ Nasional ke-18 tahun 1997, setelahnya biasa digunakan sebagai pusat kegiatan perayaan event-event penting baik oleh pemerintah maupun swasta


Tanggo Rajo
Kawasan di depan Rumah Dinas Gubernur yang berada di pinggir Sungai Batanghari, merupakan kawasan dengan panorama dan pusat jajanan murah
1.
Lokasi
:
Kawasan di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jl. Sultan Taha, Kecamatan Pasar Jambi
2.
Wisata
:
Wisata kuliner dan panorama dari tepi Sungai Batanghari
3.
Fasilitas
:

- Area pusat jajanan yang tertata rapi - Jalan aspal & tangga hingga ke pinggir sungai Batanghari

4.
Keterangan:
Merupakan kawasan yang sering dikunjungi sebagai tempat rekreasi keluarga menikmati panorama sungai Batanghari, memancing, atau menikmati jajanan di sepanjang jalan raya di pinggir sungai. Dari Tanggo Rajo inilah tiap tahun Gubernur melambaikan bendera start dalam event tahunan Lomba Perahu Tradisional, dalam rangka HUT RI, 17 Agustus.


Hutan Kota Mangurai-Jambi
Kawasan agro wisata, rekreasi dan sarana outbound serta perkemahan
1.
Lokasi
:
Kecamatan Kota Baru, 7 km dari pusat kota
2.
Wisata
:
Hutan kota seluas 10 ha di Paal 10 dan 10 ha di Paal 11
3.
Fasilitas
:

- - - -

Bangunan pendopo peristirahatan dilengkapi toilet Tempat parkir luas Taman, dengan flora & fauna yang dilindungi Kolam luas
4.
Keterangan:
Merupakan kawasan yang digunakan sebagai pusat konservasi hutan kota, pengembangan bibit gaharu yang dikelola oleh Kantor Kehutanan Kota Jambi, wisata outbound, & taman rekreasi keluarga. Lokasi tidak jauh dari pusat kota.


Objek Wisata Danau Sipin
Wilayah dengan wisata alam berupa kawasan perairan yang mengelilingi sebuah pulau (Pulau Pandan).
1.
Lokasi
:
Kecamatan Telanaipura, 4-7 km dari pusat kota dan 10 km dari Bandara Sultan Taha
2.
Wisata
:
Kawasan dengan panorama alam seluas 200 ha dengan pulau seluas 89,2 ha. Tempat pemancingan & budidaya ikan.
3.
Keterangan
:
Hotel Ratu (bintang 4) & Batanghari Restaurant terdapat salah satu sisinya


Objek Wisata Danau Teluk
Wilayah dengan wisata alam berupa kawasan perairan yang menjadi tempat budidaya ikan air tawar secara tradisionil
1.
Lokasi
:
Kecamatan Danau Teluk, 12 km dari pusat kota melalui Jembatan Aur Duri (3 km di seberang Kota Jambi)
2.
Wisata
:
Kawasan dengan panorama alam dan perairan. Tempat pemancingan & budidaya ikan (keramba).
3.
Keterangan
:
Terletak di Jambi Kota Seberang, dan telah terdapat jalan aspal menuju lokasi.

Rujukan

Selanjutnya ..

Wisata Lainnya di Jambi

Pariwisata Lainnya


Bukit Tapan
CAGAR Alam Bukit Tapan, sebagai tempat tumbuh sebagian besar pinus merkusii strain Kerinci, berada di Kabupaten Kerinci di dekat perbatasan dengan Sumatera Barat, termasuk kawasan konservasi TNKS dengan luas 65 000 hektar. Kawasan ini berada di punggung gugusan Pegunungan Bukit Barisan dengan bukit dan lereng curam pada ketinggian 600-1.600 meter di atas permukaan laut.

Bukit Tapan atau Bina Karya merupakan habitat endemik kayu pinus strain Kerinci. Getah Kayu Pius merupakan bahan baku untuk membuat batik sedangkan kayunya banyak yang diekspor ke pasaran Eropa.

Adapun satwa di kawasan hutan konservasi Cagar Alam Bukit Tapan ini yang dilindungi undang-undang adalah gajah (Elephas maximus sumatrensis); tapir (Tapirus indicus); siamang (Hylobates syndactylus); harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis); enggang (Buceros rhinoceros); dan kuau (Argusianus argus).Rujukan

Pancaro Rayo dan Pancuran Gading
Daya tarik yang terdapat di air terjun ini berupa hujan embun yang tercipta akibat ketinggiannya. Kondisi hutan disekeliling air terjun merupakan habitat tumbuhan rotan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan meubel dan kerajinan lain.

Lokasi Antara Desa Lempur Danau dan Desa Pulau Tengah Kabupaten Kerinci.Rujukan

Sumber Air Panas Semurup
Air Panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan vulkanik. Pengunjung dapat merebus telor dan pisang di areal wisata ini. Air panas yang terdapat di lokasi ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit.

Lokasi Desa Air Panas Baru Kecamatan Air Hangat. Rujukan

Pengembangan Segitiga Wisata Jambi
Pesona panorama pantai Pulau Berhala, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi hingga kini belum mampu merangsang kunjungan wisata ke Jambi. Sarana wisata di daerah itu masih miskin dan paket wisata ke Pulau Berhala belum ada.

Guna mengubah kondisi pariwisata yang kurang kondusif di Provinsi Jambi, kini pemerintah berupaya mengembangkan kembali pembangunan pariwisata. Terobosan-terobosan yang dilakukan dalam pengembangan pariwisata itu berupa pembuatan paket-paket wisata. Kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak pertengahan tahun ini.

Para pengusaha jasa pariwisata seperti biro perjalanan, pengusaha hotel, restoran, travel, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota menggalang kerja sama meningkatkan pembangunan wisata melalui pembuatan paket wisata.

"Melalui kerja sama pembuatan paket wisata ini, setiap kabupaten diharapkan memiliki objek-objek wisata unggulan. Objek-objek wisata unggulan itu nantinya akan masuk satu paket wisata provinsi dan antarkabupaten. Dengan demikian, wisatawan bisa menikmati objek-objek wisata yang bervariasi, mulai dari Kota Jambi hingga ke daerah-daerah kabupaten," katanya.

Selain mengembangkan paket wisata itu, pihaknya juga akan meningkatkan pembangunan wisata bernuansa religius, sejarah, budaya, lingkungan hidup, dan alam. Situs purbakala Candi Muarojambi di Kabupaten Muarojambi mulai tahun ini telah dibangun. Desain terperinci mengenai pembangunan situs purbakala peninggalan Kerajaan Sriwijaya itu telah dibuat. Nantinya, kanal-kanal yang tertimbun ratusan tahun silam di kompleks situs yang berada di tepian Sungai Batanghari itu akan digali.

"Proyek pemugaran dan penanganan situs purbakala Candi Muarajambi ini mendapat prioritas pembangunan pariwisata Jambi tahun ini. Kekayaan objek wisata itu juga telah kita promosikan ke Jakarta beberapa bulan lalu," katanya.

Peningkatan pembangunan pariwisata tersebut juga mendapat dukungan Wakil Gubernur Jambi, H Antony Zeidra Abidin. Pada pembukaan Pesta Danau Kerinci (PDK) VIII di Kerinci akhir November lalu, Antony mengatakan, pengembangan wisata ini tak bisa lagi diabaikan.

Pariwisata Jambi perlu ditangani serius agar para wisatawan kembali melirik daerah itu sebagai daerah tujuan wisata pilihan. Potensi wisata Jambi harus benar-benar dikelola profesional agar mampu memikat wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

"Citra pariwisata Jambi yang semakin buruk belakangan ini perlu dipulihkan agar pariwisata Jambi mampu bersaing dengan daerah lain dan negara tetangga. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat Jambi perlu bahu-membahu mendukung pembangunan pariwisata Jambi. Kegiatan wisata juga perlu didukung, baik kegiatan wisata berskala lokal, terlebih lagi kegiatan wisata berskala nasional dan internasional," katanya.

Antony menilai, intensitas kegiatan pariwisata di Jambi tahun 2007 membuat gairah pariwisata di daerah itu mulai bangkit. Kegiatan wisata dan budaya berskala nasional maupun internasional di daerah tersebut juga semakin sering digelar. Event-event wisata tersebut belum sepenuhnya mampu memacu kunjungan wisata karena event wisata tersebut belum dikelola secara profesional.

"Saya yakin, peningkatan kegiatan wisata ini akan mampu memajukan pariwisata Jambi apabila semua pihak saling membantu dan bekerja sama meningkatkan citra kepariwisataan Jambi," katanya.

Fokus
Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menilai, pembangunan pariwisata Jambi harus benar-benar ditangani serius karena daerah tersebut kaya potensi wisata. Kekayaan itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan perekonomian daerah. Pembangunan pariwisata merupakan salah satu dari empat prioritas pembangunan Jambi lima tahun ini.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, HM Yunus mengatakan, kemunduran pariwisata Jambi sekarang ini akibat pengelolaan objek wisata yang tidak baik. Salah satu yang perlu dibenahi dalam pembangunan pariwisata Jambi ialah koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Selama otda, pembangunan pariwisata di Jambi cenderung terkotak-kotak dan kurang serius. Ini yang membuat terjadinya kemunduran.

Dinas yang menangani kebudayaan dan pariwisata yang di masa Orde Baru ada di tingkat provinsi dan kabupaten, kini tidak jelas. Beberapa kabupaten menghilangkan dinas kebudayaan dan pariwisata. Penanganan kebudayaan dan pariwisata ada yang digabungkan dengan urusan pembangunan lain. Hal ini membuat pembangunan budaya dan wisata kurang fokus dan tidak terkoordinasi dengan pembangunan kebudayaan dan pariwisata tingkat provinsi. Namun hal itu masih bisa diatasi.

"Walaupun bidang pembangunan kebudayaan dan pariwisata di kebupaten ada yang digabung ke bidang lain seperti transmigrasi, pembangunan wisata bisa dilakukan secara fokus. Caranya dengan mengadakan intensitas koordinasi pembangunan budaya dan wisata antara tingkat kabupaten, kota, dan provinsi," katanya.

Prioritas pembangunan pariwisata Jambi yang perlu digarap secapatnya guna mengembalikan pamor pariwisata Jambi di mata turis mancanegara dan nasional, yakni pengembangan Segitiga Wisata Jambi. Segitiga pariwisata tersebut meliputi Kabupaten Kerinci, Muarojambi dan pantai timur Jambi. Kerinci yang berada di pegunungan memiliki objek wisata khas Danau Kerinci, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Gunung Kerinci.

Kemudian Muarojambi yang berada di lintasan Sungai Batanghari memiliki objek wisata andalan situs purbakala Candi Muarojambi. Sedangkan pantai timur Jambi yang meliputi Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Timur memiliki kekayaan objek wisata bahari. Jika status Pulau Berhala yang saat ini masih sengketa dengan Provinsi Kepulauan Rian (Kepri) jelas masuk Jambi, pulau tersebut juga akan menjadi andalan objek wisata bahari Jambi seperti Pulau Seribu.

Hal senada juga diakui Tour Manager Biro Perjalanan Wisata PT Saung Bulian Jambi, Lina. Para wisatawan yang selama ini banyak mengunjungi Jambi menyukai objek wisata alam dan lingkungan. Misalnya Danau Kerinci, Gunung Kerinci, TNKS dan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) di Kabupaten Merangin. Objek-objek wisata itu banyak diminati wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa dan Amerika Serikat.

"Para wisatawan mancanegara menyukai TNBD karena di sana masih ada komunitas adat terpencil, Orang Rimba atau suku Kubu. Mereka juga bisa berkemah di dalam hutan, menikmati suasana asri alam Jambi," katanya.

Sedangkan wisatawan mancanegara dari Asia, lanjutnya, banyak mengunjungai situs purbakala Candi Muarojambi. Biasanya Candi Muarojambi dikunjungi para rohaniwan Budha dari Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan.Rujukan

Selanjutnya ..

Pariwisata Jambi

Potensi Pariwisata Jambi

Jambi memiliki potensi pariwisata cukup beragam, seperti wisata alam, budaya, dan sejarah. Wisata alam meliputi danau Kerinci, Taman Nasional Kerinci Seblat, Cagar Biosfir Bukit Dua Belas, taman nasional Berbak, air terjun Telun Berasap, Segirincing, dan Gua Tiangko. Untuk wisata budaya, Jambi memiliki tradisi dan seni budaya yang unik dan menarik. Sedangkan wisata sejarah antara lain berupa Candi Muara Jambi, Makam Orang Kayo Hitam, dan Museum Jambi. Semuanya itu hingga sekarang belum berkembang seperti diharapkan oleh banyak orang.

Posisi daerah Jambi sebenarnya strategis karena berdekatan dengan Riau, yang juga berarti dekat dengan pengembangan regional segitiga pertumbuhan Singapura-Johor-Riau (Sijori). Kerjasama regional ini masih dimungkinan bagi Jambi. Kerjasama ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan potensi pertanian, kehutanan, pertambangan, industri, pariwisata, perikanan, peternakan dan perdagangan internasional.Rujukan

Sejumlah Danau Jadi objek Unggulan Tebo JAMBI--MI: Sejumlah danau di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi akan dikembangkan pemerintah daerah setempat menjadi objek wisata unggulan seperti Danau Sigombak, Danau Tanduk Baru, Danau Tanjung Putus, dan Danau Remini.

"Danau tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Tebo," kata Bupati Tebo, HA Madjid Muaz melalui Kabag Humas Pemkab Tebo, Zulkipli.

Untuk menuju objek wisata danau, seperti Danau Sigombak di Kecamatan Tebo Ulu telah dibangun infrastruktur jalan dan jembatan. Secara bertahap juga akan dilengkapi fasilitas lainnya untuk meningkatkan kunjungan arus wisatawan ke daerah itu.

Pada acara Gerakan Nasional Indonesia Menanam dan Perempuan Menanam, telah dilakukan penanaman ribuan batang pohon penghijauan, dan penaburan benih ikan di sejumlah danau tersebut.

Danau-danau tersebut juga dikembangkan menjadik kawasan budidaya ikan air tawar, dan Danau Sigombak juga dijadikan "Lubuk Larangan".

Potensi danau di Tebo sebagai tujuan objek wisata selama ini belum terekspos, sehingga para wisatawan belum banyak mengetahui sejumlah danau yang cukup memikat itu karena keindahan panorama alamnya.

Ia mengakui, Tebo belum menjadi salah satu tujuan wisata di Jambi, karena usianya baru memasuki tahun ke-9 setelah dimekarkan dari kabupaten induk, Bungo Tebo (kini Kabupaten Bungo).

"Namun secara bertahap pembangunan pariwisata akan kami tingkatkan dan kembangkan, terutama sarana dan prasarana rekreasi agar arus kunjungan wisatawan ke daerah ini semakin meningkat," jelas Madjid Muaz.

Pemkab Tebo optimistis ke depan objek wisata akan memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat, sebab potensi wisatanya selain danau, juga Kebun Raya Bukit Sari, Taman Nasional Bukit 12 dan TN Bukit 30 yang memiliki keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna langka. (Ant/OL-06).Rujukan

Bendungan Pagar Puding Jadi Objek Wisata Kuliner
JAMBI--MI: Bendungan Pagar Puding, di Desa Pagar Puding Kabupaten Tebo, 280 Km dari Kota Jambi dapat menjadi pusat objek wisata air dan kuliner yang menyajikan berbagai makanan dari ikan air tawar.

Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Provinsi Jambi Nino Guritno di Jambi, Senin mengatakan, bendungan di Desa Pagar Puding selain telah mampu mengaktifkan 400 hektar lebih lahan tidur menjadi areal persawahan, juga dapat menjadi objek wisata air dan kuliner.

Kawasan itu sudah ditata untuk menjadi objek wisata alam, termasuk pertanian dengan tanaman buah-buahan, serta perikanan dengan sistem budidaya tambak. "Pemerintah daerah setempat dapat membangun restoran yang menyajikan menu ikan segar hasil budidaya di bendungan itu," katanya.

Penataan yang rapi dan dibuat taman dapat menarik pengunjung, karena bisa menikmati buah-buahan hasil pengembangan sektor pertanian, sambil menikmati panorama alam.

Dinas Kimperaswil Jambi sudah menghabiskan dana hampir Rp5 miliar untuk membangun bendungan itu, termasuk saluran irigasi, agar 400 Ha lahan yang sebelumnya mengandalkan tadah hujan dapat pasokan air secara rutin.

Warga Desa Pagar Puding yang sebelumnya menanam atau panen padi hanya sekali dalam setahun, kini bisa menanam dan panen tiga kali setahun.

Desa Pagar Puding yang terletak di sisi jalur alternatif yang menghubungkan Kota Jambi menuju Provinsi Sumatera Barat dan banyak dilintasi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang ukuran kecil, setelah ditata dapat menjadi tempat persinggahan yang menarik. (Ant/OL-06).Rujukan

=================================================================

Selanjutnya ..

Kamis, Januari 14, 2010

Ekspor Harus Lewat Jambi

Akhir 2009, Ekspor Harus Lewat Jambi

Jakarta, akhir tahun 2009 ini para pengusaha kelapa sawit di harapkan melakukan ekspor melalui pelabuhan Muara Sabak. Mengingat, tahun ini Pemprov Jambi telah mempersiapkan pasilitas ekspor di pelabuhan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Gubenur Jambi, H Zulkifli Nurdin saat pertemuan dengan 29 pengusaha kelapa sawit yang usahanya di Provinsi Jambi pada ruang rapat Kantor Pemasaran bersama PT Perkebunan Nusantara Jakarta Pusat (Senin 15/06).

“Selama ini para Pengusaha dalam mengekspor tidak pernah melalui Provinsi Jambi, tetapi melalui daerah tetangga seperti Sumsel, Riau, Sumbar dan lainnya. Untuk itu di 2009 akhir kita harapkan tidak lagi mengekspor melalui Pelabuhan Provinsi tetangga tetapi melalui pelabuhan dari Provinsi Jambi yaitu Pelabuhan Muara Sabak, “ ungkap Gubernur.

Hadir dalam acara ini Gubernur Jambi H. Zulkifli Nurdin, ketua Bappeda Provinsi Jambi, Dirjend.Perkebunan RI, Direktur Utama PTPN VI beserta jajaran, utusan yang mewakili Menko Ekuin, Para Bupati/Walikota seProvinsi Jambi, Kadis Kehutanan Provinsi Jambi, Kadis Peternakan Prov.Jambi, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kepala Biro Ekbang, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pprovinsi Jambi, para Pejabat di jajaran PT Perkebunan Nusantara Jakarta, Para pengusaha Kelapa Sawit Provinsi Jambi serta para Pejabat dan undangan lainnya.

Gubernur mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman antara pihak PTPN VI dangan Pihak Sungai Budi Group yang dilaksanakan pada hari ini merupakan suatu langkah yang sangat baik sekali. Dimana didalam MoU itu akan membuat industri dari CPO (Cruide Palm Oil) menjadi minyak goreng. Hal seperti inilah yang diharapkan oleh Provinsi Jambi.

Dengan MoU ini diharapkan kedepan, di Provinsi Jambi bisa diproduksi minyak goreng sebanyak 1.000 ton perhari, yang kalau ditotal adalah sebesar 30.000 ton perbulan. “ Hal ini luar biasa dan sangat baik sekali, dan ini merupakan prestasi besar bagi kita, “tegas Zulkifli Nurdin. Ditambahkan Gubernur Jambi, pertemuan ini juga merupakan suatu titik awal untuk pertemuan-pertemuan berikutnya. Karena, tidak mungkin hanya melalui sekali pertemuan ini saja dapat menemukan kesepakatan bersama.

Dirjen Perkebunan Ahmad Manggarani dalam sambutannya menilai, apa yang telah dilakukan oleh Pemprov Jambi sudah melangkah lebih jauh dan Pemerintah Pusat akan memperhatikan terobosan yang dilakukan tersebut.

Sawit menjadi primadona komoditi, hal ini merupakan karunia Tuhan yang tidak diberikan kepada semua Negara. Iklim dan tanah di Indonesia diantaranya Jambi cocok untuk ditanami sawit, karena itu Pemerintah Pusat menilai bahwa sawit merupakan komoditi andalan nasional. Dalam kurun waktu 30 tahun Indonesia telah menanam lebih dari 60 Juta ha.

Perkembangan sawit ini juga telah mendorong pemekaran wilayah, banyak Kabupaten terbentuk karena sawit yang telah berkembang pesat sejak tahun 80 an. Dirjend Perkebunan juga menilai bahwa pendirian pabrik CPO dekat dengan sumber bahan baku, namun banyak industi hilirnya lebih memilih untuk mendirikan pabrik dekat dengan konsumen. ” Makanya banyak Industri tersebut berada di Pulau Jawa karena alasan ekonomi”, jelas Dirjen Perkebunan.

Ketua Bappeda Provinsi Jambi Ir Fauzi Ansyori, M.Pt dalam paparan persentasenya mengatakan, dari data potensi perkebunan di Provinsi Jambi tercatat sekitar 452.960 ha luas arealnya, dengan produksi 1.156.414 ton. Namun jika dilihat dari pemanfaatan lahan masih sekitar 690.656 ha yang belum dimanfaatkan meskipun sudah mendapatkan izin, dan yang baru tertanam 448.8998 ha. Kepada Bupati diminta untuk mencabut izin perusahaan yang belum memanfaatkannya untuk diberikan kepada perusahaan lainnya.

Dalam pemaparannya Fauzy Ansyori juga menegaskan, bahwa untuk mendukung industry hilir CPO yang sudah dicanangkan oleh Gubernur Jambi diperlukan infrastruktur jalan dan pelabuhan. Upaya yang telah ditempuh dan direncanakan adalah memperpendek jarak tempuh sei penuh-Muara Sabak dari 548,03 km menjadi 385,10 km, berkurang 157,31 km atau waktu tempuh dari 12 jam menjadi 8 jam. Pembangunan jalan alternative Bangko-Ma Tembesi panjang 112 km, pembangunan jembatan Batanghari II panjang 1.351,40 m dan Pembangunan Jalan Jembatan Batanghari II-Ma Sabak panjang 61,80 km serta pembangunan infrastruktur penunjang lainnya seperti pelabuhan.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PTPN VI H. Iskandar Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, secara pertemuan ini diikuti oleh 29 pengusaha yang bergerak di Provinsi Jambi, dan dikarenakan sebagian besar dari para pengusaha ini berdomisili di Jakarta, oleh karenanya pertemuan ini kita adakan di Jakarta. Adapun maksud dan tujuan dari pertemuan ini adalah secara bersama-sama melakukan pembahasan terhadap potensi dan permasalahan yang dihadapi dibidang perusahaan kelapa sawit umumnya dan khususnya untuk membangun industri hilir (adv).Sumber : Jambi Ekspres (16/6).Rujukan

Selanjutnya ..