Kamis, November 26, 2009

Istana Pagaruyung

Wisata Istana Pagaruyung


Istana Pagaruyung
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas Bukit Batu Patah itu dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatra Barat (waktu itu Harun Zain). Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.

Istano Silinduang Bulan Istano Silinduang Bulan merupakan istana yang terletak di nagari Pagaruyung. Istana ini didirikan di tapak istana lama yang sebelumnya terbakar pada tahun 1966, dua kilometer sebelah utara Istano Basa. Saat ini Istano Silinduang Bulan masih dihuni oleh keluarga pewaris raja-raja Pagaruyung. Benda-benda pusaka Kerajaan Pagaruyung juga disimpan di sini.Rujukan

Kebakaran 2007 Pada tanggal 27 Februari 2007, Istano Basa mengalami kebakaran hebat akibat petir yang menyambar di puncak istana. Akibatnya, bangunan tiga tingkat ini rata dengan tanah. Ikut terbakar juga sebagian dokumen, serta kain-kain hiasan. Diperkirakan hanya sekitar 15 persen barang-barang berharga ini yang selamat. Barang-barang yang lolos dari kebakaran ini sekarang disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar.

Biaya pendirian kembali istana ini diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar.
Harta pusaka Kerajaan Pagaruyung sendiri disimpan di Istano Silinduang Bulan, 2 kilometer dari Istano Basa. Rujukan

Gunung Talang

Gunung Talang (Salasi/Sulasi) terletak di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia; tepatnya di Nagari Batu Beras, 9 km dari Kota Kayu Aro Kabupaten Solok, sekitar 40 km sebelah timur Padang. Gunung bertipe stratovolcano dengan ketinggian 2.597 m ini merupakan salah satu dari enam gunung api aktif di Sumatra Barat.

Gunung ini merupakan gunung kembar dengan gunung api Pasar Arbaa yang berumur lebih tua. Gunung Talang sudah pernah beberapat kali meletus , yakni tahun 1803, 1833, 1945, 1983 dan 11 April 2005.

Pada letusan terakhir, gempa yang diikuti bunyi gemuruh dan letusan yang mengeluarkan debu vulkanik sudah berlangsung sedikitnya 42 kali. Di Aia Batumbuak, lokasi terdekat dengan sumber letusan, hujan debu mencapai radius 5 km, sedangkan ketebalan debu di jalan mencapai 10 cm. Sebanyak 27.000 penduduk harus dievakuasi dari wilayah itu.Rujukan

Danau Singkarak
Danau Singkarak terletak sekitar 10 Km dari Kota Solok dan ± 35 Km dari Kayu Aro. Danau ini terletak di kecamatan sepuluh Kota Singkarak ditepi jalan raya Lintas Sumatera pada jalur Solok - Bukitinggi yang menyusuri hampir separuh pinggiran danau. Hamparan danau ini berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. dengan luas ± 1.129,29 Ha.

Danau Singkarak Merupakan danau terluas di Sumatera Barat dan danau terluas ke dua di Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini apabila mengunakan kendaraan umum dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam dari Terminal Bareh Solok Kota Solok. Danau yang terletak pada ketinggian 362,5 m dari permukaan laut ini memiliki spesies ikan khas yang hanya hidup di danau ini dan satu-satunya di dunia. Masyarakat setempat menyebutnya Ikan Bilih (Mystacoleuseus Padangensis).

Uniknya ikan ini tidak bisa dibudidayakan diluar habitatnya baik di aquarium, kolam atau jala terapung sekalipun. Ikan ini banyak dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat nelayan di sekitar danau. Anda bisa menikmati ikan yang rasanya spesifik dan enak ini pada restoran atau rumah makan pada banyak titik titik lokasi wisata disekeliling danau.

Disekeliling danau Singkarak banyak terdapat sarana sarana umum seperti penginapan, hotel, wisma, rumah makan atau restoran dan juga sarana olahraga air. Kesemuanya bisa digunakan dengan harga sewa yang wajar. Selain untuk sarana pariwisata dan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat, saat ini air Danau Singkarak juga tengah digunakan sebagai sumber air Pembangkit Listrik Tenaga Air Sicincin. Rujukan

Legenda Malin Kundang

Legenda akan anak durhaka bernama Malin Kundang memanglah sangat tersohor. Terkadang sulit dipastikan apakan legenda tersebut nyata atau tidak. Namun terlepas dari semua itu di Pantai ini terdapat patung manusia sedang telungkup ke tanah.
Batu tersebut diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai kutukan yang diterima oleh Malin Kundang.
Alamat Desa Air Manis Kecamatan Padang Selatan Padang. Rujukan

Pantai Arta

Pantai Arta merupakan Objek wisata laut yang terletak ±16 km dari pusat kota Pariaman tepatnya di nagari Kuranji Hulu kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman, jalan menuju lokasi pantai beraspal baik, dan merupakan Jalur Utama dari Padang ke Kabupaten Agam, serta mudah dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, lokasi pantai yang luas beserta tempat parkir.

Pantai arta ini dilengkapi dengan pentas (tempat mengadakan acara kesenian); gazebo (tempat santai) serta rumah makanan dan juga ada tempat bermain untuk anak-anak, yang sangat menambah keindahan obyek ini mempunyai pemandangan laut yang luas, serta udara sejuk dengan tumbuhnya pohon-pohon mahoni dan pohon kelapa yang rindang untuk menambah kesejukan suasana pantai. Rujukan

Selanjutnya ..

Rabu, November 25, 2009

Bukit Tinggi

Wisata Bukit Tinggi


Bukit Tinggi
Kota Bukittinggi adalah salah satu kota di Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 25,24 km² dan berpenduduk kurang lebih 100.000 jiwa. Dapat ditempuh dengan sekitar 2 jam perjalanan lewat darat (90 km) dari Kota Padang yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Barat. Bukittinggi dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Singgalang, Gunung Marapi dan Gunung Sago.

Kota yang merupakan kota kelahiran Proklamator RI - Bung Hatta ini, adalah sebuah kota budaya di Sumatera Barat dan terkenal dengan Jam Gadang, sebuah landmark di ketinggian jantung kota Bukittinggi berbentuk jam besar mirip Big Ben, yang merupakan simbol kota Bukittinggi. Selain itu Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban dari Negeri Sembilan di Malaysia.

Bukittinggi merupakan salah satu daerah tujuan utama dalam bidang perdagangan di pulau Sumatera. Pusat perdagangan grosir untuk barang-barang konveksi kota Bukittinggi terletak di Pasar Aur Kuning. Sementara Pasar Ateh, Pasar Bawah, dan Pasar Lereng, yang terletak berdekatan dengan Jam Gadang, lebih merupakan pasar wisata yang dekat dan terkenal dengan kultur Budaya Minangkabau yang terkenal akan kerajinan tangan dan cinderamata (Jl. Minangkabau), dan wisata kuliner di Los Lambuang - Pasar Lereng.

Bukittinggi memiliki julukan sebagai "kota wisata" karena banyaknya objek wisata yang terdapat di kota ini. Lembah Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Di dalam Taman Panorama juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut sebagai 'Lobang Jepang'.

Di Taman Bundo Kanduang terdapat replika Rumah Gadang yang berfungsi sebagai museum kebudayaan Minangkabau, kebun binatang dan benteng Fort de Kock yang dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang disebut Jembatan Limpapeh. Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Yani yang merupakan jalan utama di kota Bukittinggi.

Pasar Atas berada berdekatan dengan Jam Gadang yang merupakan pusat keramaian kota. Di dalam Pasar Atas yang selalu ramai terdapat banyak penjual kerajinan bordir dan makanan kecil oleh-oleh khas Sumatera Barat seperti Karupuak Sanjai (keripik singkong ala daerah Sanjai di Bukittinggi) yang terbuat dari singkong, serta Karupuak Jangek (Kerupuk Kulit) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau dan Karak Kaliang, sejenis makanan kecil khas Bukittinggi yang berbentuk seperti angka 8.


Danau Maninjau terletak sekitar 36 km atau sekitar 45 menit perjalanan dengan mobil dari kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi, terdiri dari bukit-bukit. Oleh sebab itu jalannya mendaki dan menurun, berdasarkan bukit itulah kemudian, pemerintahan dibagi (sebelum Orde Baru memecahnya ke dalam Kelurahan), ke dalam 5 jorong yang disebut juga dengan Kurai Limo Jorong (Jorong Guguak Panjang, Jorong Mandiangin Koto Selayan, Jorong Bukit Apik Pintu Kabun, Jorong Aua Birugo, dan Jorong Tigo Baleh).

Dan pada saat ini juga telah dibangun pusat perbelanjaan modern di Bukittinggi. Hotel-hotel yang terdapat di kota Bukittinggi antara The Hills (sebelumnya Novotel), Hotel Pusako, dan hotel-hotel lainnya.Rujukan

Jam Gadang

Didirikan oleh Controleur Rook Maker pada tahun 1926 yang berlokasi di pusat kota, bangunan ini dirancang oleh Putra Minangkabau Jazid dan Sutan Gigih Ameh. Jam Gadang ini merupakan lambang Kota Wisata Bukittinggi yang dikelilingi oleh taman bunga dan pohon-pohon pelindung, yang dapat memberikan kesejukan dan berfungsi sebagai alun-alun kota. Dari puncaknya kita dapat rnenikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam sekitar Bukittinggi vang dihiasi Gunung, Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Salah satu keunikan Jam Gadang adalah angka empat yang ditulis dengan empat buah angka satu Romawi yang seharusnya ditulis dengan angka empat Romawi.

Disekitar Jam Gadang ini juga telah dibangun taman yang menambah semarak dan indahnya lokasi tersebut dengan berbagai bunga dan pepohonan serta fasilitas tempat duduk dan digunakan untuk menikmati pemandangan kota yang sangat menawan, sambil menikmati makanan spesifik. Selain itu disekitar Jam Gadang terdapat Istana Bung Hatta atau Tri Arga dan terdapat sebuah plaza yaitu Plaza Bukittinggi.

Jembatan Limpapeh
Sebagai penghubung antara Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock maka terdapat sebuah Jembatan yang bernama Jembatan Limpapeh yang dibangun dengan konstruksi beton dengan arsitektur atap yang berbentuk gonjong khas rumah adat MinangKabau. Jembatan ini berdiri di atas Jalan A. Yani dan dari sini kita dapat menyaksikan keindahan alam Bukittinggi dan keramaian Jalan A. Yani.

Taman Panorama

Taman Panorama yang baru saja selesai direvitalisasi berlokasi di Jl. Panorama yang berjarak 1 Km dari pusat Kota Bukittinggi. Dari dalam taman ini kita menikmati pemandangan yang indah dan mempesona terutama kearah lembah Ngarai Sianok dengan latar belakang Gunung Singgalang. Di lokasi ini terdapat kios-kios souvenir khas Minangkabau, warung makanan dan minuman, tempat duduk permanen, parkir dan fasilitas lainnya.

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur. Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona, sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis dan diabadikan oleh para wisatawan untuk diambil foto-fotonya. Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi dengan panjang ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar sekitar 200 m. Pada zaman penjajahan Belanda Ngarai Sianok dikenal sebagai Kerbau Sanget karena didasar ngarai terdapat banyak kerbau liar.Rujukan

Selanjutnya ..

Gunung Kerinci

Wisata Gunung Kerinci dan Tempat Lainnya


Gunung Kerinci

Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai + 3.805 m dari atas permukaan laut ini menjulang sendiri diantara perbukitan disekitarnya. Gunung yang begitu mempesona banyak memberi inspirasi bagi kita untuk melakukan pertualangan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan aneka flora dan faunanya. Gunung Kerinci ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Lokasi : Terletak diperbatasan Kab. Solok Selatan dan Kab. Kerinci.

Taman Nasional Kerinci SEBLAT

Adalah Taman Nasional yang terletak pada 4 Provinsi yaitu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. Di dalamnya kita bisa menyaksikan keaneka ragaman Flora dan Fauna yang dilindungi oleh Dunia. Binatang-binatang liar seperti Harimau, Beruang, ular dan lainnaya hidup bebas disini. Selain itu anda akan menjumpai Tumbuhan Langka seperti Bunga Raflesia Arnoldi dan sejenis bunga Anggrek liar.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Kawasan TNKS merupakan hutan belantara tropis yang asli, mempunyai luas areal 1.368.000 ha. Terbentang di empat wilayah provinsi yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi. Empat puluh lima persen (45%) dari kawasan TNKS atau 422.190 ha. berada di wilayah provinsi Jambi membentang dari wilayah kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun, Merangin dan Kerinci. Sedangkan pusat daya tarik kawasan TNKS terletak di kabupaten Kerinci dengan jarak ±491 km dari kota Jambi. Luas TNKS di Kabupaten Kerinci mencapai 215.000 ha. yang merupakan enclave terbesar didunia dan juga sebagai kawasan konservasi/hidrologi serta memiliki potensi alam berupa beraneka ragam hayati daerah tropis dan budaya yang sangat menarik.

Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiri dari berbagai jenis mamalia, burung, reptil, amphibi dan primata serta beberapa satwa langka yang dilindung. Tak kalah menarik dari itu semua adalah terdapat berbagai jenis flora yang mencapai sekitar 4000 spesies, yang spesifik diantaranya adalah Pinus Mercusii Strain kerinci, Kayu Pacet (Harpullia Arborea) yang memiliki warna yang sangat menarik. Bunga raflesia (Raflesia Arnoldi), Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum) yang merupakan bunga tertinggi di dunia.

Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli ini dikelola dengan sistem zonasi dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Sedangkan fungsinya sebagai penyangga sistim kehidupan, pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Dikawasan ini terdapat gunung vulkano aktif tertinggi di pulau Sumatera yaitu Gunung Kerinci (3.805m dpl). Kawasan TNKS banyak memiliki objek wisata yang mengagumkan seperti danau dan air terjun. (http://wisata-jambi.com/id/index.php?option=com_content&task=view&id=96&Itemid=215)

Air Terjun Timbulun Koto Birah Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Koto Baru , Kecamatan Sungai Pagu. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang di ciptakan oleh air terjun ini adalah curahkan air yang terus menerus menimbulkan gemuruh dan semburuh embun yang membuat sejuk. Apalagi ditunjang dengan kondisinya yang masih alami dan masih perlu pengembangan. Lokasi : Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. Sekitar + 2.5 km dari jalan Raya Pekan Selasa Muara Labuh, dan + 30 km dari Padang Aro.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Air Terjun Lainnya
Air Terjun Pelangai Gadang
elama ini penikmat wisata atau petualang hanya mengenal kabupaten Solok Selatan dengan agrowisata kebun teh milik PT Mitra Kerinci. Kebun teh seluas 1.500 hektare, menyajikan pemandangan hijau, akibat hamparan tanaman teh yang luas. Selain tanaman teh, diantara bedengan tanaman teh diselingi tanaman Andong dengan warna merah tua sebagai batas jarak petik teh, menambah keindahan kebun teh yang menyelimuti kaki Gunung Kerinci.

Dalam kawasan ini, terdapat air terjun Tangsi Ampek yang terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama memiliki ketinggian 15 meter dan tingkat kedua dengan tinggi 10 meter yang berjarak 5 meter dari air terjun tingkat pertama. Untuk menjangkau tempat ini, bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Lokasi terletak di Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir. Dari ibukota kabupaten, Padang Aro jaraknya tak lebih dari 5 km. Dari Padang, jaraknya lebih kurang 158 kilometer.

Air Terjun Sungai Liku

Selain air terjun tersebut, juga terdapat air terjun Timbulun dengan ketinggian sekitar 15 meter. Air terjun ini adalah bagian dari aliran batang Liki. Lokasinya pun sangat strategis. Sebab, letaknya tak jauh dari jalan Raya Muara Labuh menuju Padang Aro. Kalau dari arah kota Padang, lokasi ini terlekat di sebelah kanan. Dari Nagari Lubuk Gadang jaraknya tak lebih dari 2 kilometer sama dengan jaraknya dari Padang Aro. Dari Kota Padang sendiri, berjarak sekitar 161 km, atau sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan.

Wisata petualangan air terjun di Solok Selatan, dilanjutkan ke air terjun Timbulun Koto Birah. Memiliki ketinggian 20 meter, air terjun ini terletak di Koto Baru, kecamatan Sungai Pagu. Menariknya, air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Dari jarak 1 kilometer menjelang air terjun ini kita disambut gemuruh air terjun tersebut. Semburan embun yang membuat sejuk, ditambah dengan kondisinya yang masih alami, sedikit sentuhan jelas akan menjadi objek wisata yang asyik untuk dinikmati. Dari jalan Raya Pekan Selasa Muara Labuh, jaraknya sekitar 2,5 kilometer atau 30 kilometer dari Padang Aro.

Air Terjun Lembah Anai
Masih dengan ketinggian yang sama, air terjun Talang Sepintir berada di areal perkebunan kelapa sawit dan berbatasan langsung dengan perkebunan karet milik rakyat. Sekitar 100 meter dari air terjun ini terdapat hamparan lahan kosong dengan luas sekitar 2 hektare. Lahan ini dapat digunakan sebagai lokasi berkemah atau kegiatan out bond lainnya. Dari sini kita dapat menyaksikan liukan bumi berupa barisan bukit-bukit yang memgelilingi areal tanaman perkebunan sawit.

Pemandangan ini tersadi di Kenagarian Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan, 27 kilometer dari Padang Aro atau 190 kilometer dari Padang. Jauh memang, tapi rasanya tidak rugi dengan sajian yang akan kita temui di sini. Untuk mencapai lokasi ini, dapat di tempuh dengan kendaraan roda 2 atau roda 4.

Berlanjut ke air terjun Ulu Suliti, air terjun dengan ketinggian 40 meter ini terletak di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Dari ketinggiannya, dapat kita ketahui sebagai air terjun tertinggi di Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai ke lokasi, kita bisa menikmati jalur tracking (jalan kaki) sepanjang 5 kilometer. Jalur ini terletak di tapal batas Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Solok, tepatnya di jorong Ulu Suliti, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, sekitar 55 kilometer dari Padang Aro.

Air Terjun Bayang Sani

Kembali ke Sungal Lambai, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, terdapat Aia Malanca. Disebut demikian karena aliran tersebut merupakan air yang mengalir di atas batu karang yang cekung. Dengan kondisi demikian, kita bisa berselancar (malanca) di atas alirannya. Untuk mencapai lokasi ini, kita bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jaraknya sekitar 8 kilometer dari Padang Aro.

Selain itu, masih ada air terjun Batang Daun, dengan ketinggian kurang lebih 15 Km. Letaknya di Taratak Baru Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan. Air terjun Lambe, yang terletak di balik bukit juga tak pantas untuk dilewatkan. Air terjun ini terletak di di jorong Pinti Kayu Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, kurang lebih 55 kilometer dari Padang Aro.

Jika air terjun terlalu ekstrim untuk diarungi, tidak dengan aliran arung jeram batang Liki. Kegiatan arung jeram dimulai dari start point dengan kondisi arus yang cukup deras dan berbatuan yang terdapat di kiri dan kanan sungai.

Selanjutnya arung jeram beralih ke batang Sangir. Arus deras Batang Sangir di kenal sebagai arus yang cukup menantang bagi para pengemar olah raga ini. Sebab, tingkat kesulitannya cukup tinggi, hingga gradien lima. Perjalanan arung jeram akan berakhir di sungai Batang Hari.

Sarasah Bunta Lembah Harau
Lokasi arung jeram terdapat dimulai dari nagari Lubuk Gadang. Batang Liki terletak di jorong Liki, sekitar 3 kilometer dari Padang Aro atau 160 km dari Padang. Sementara, batang Sangir terletak di jorong Sampu sekitar 2 km dari Padang Aro atau 165 km dari Padang. Aliran sungai ini mengalir ke sungai Batang Hari di Nagari Lubuk Ulang-Aling, 79 kilometer dari Padang Aro atau 242 kilometer dari Padang.

Menikmati keindahan alam Kabupaten Solok Selatan di rentang gugusan bukit barisan, tak akan cukup dalam satu hari saja. Dalam perjalanan dari Padang menuju ke Solok Selatan, akan kita nikmati hamparan keindahan lereng-lereng bukit dengan beraneka ragam tumbuhan hutan tropis. Selain suguhan pemandangan bukit-bukit yang menghijau, di sepanjang jalan anda juga dapat menemui puluhan sungai yang mengalir jernih. (dari berbagai sumber)Sumber : Padang Ekspres (http://airterjundisumaterabarat.blogspot.com/2009/04/surga-air-terjun-air-terjun-tangsi.html)

Air Terjun Ulu Suliti Air Terjun dengan ketinggian 40 m terletak di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Merupakan Air Terjun Tertinggi di Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai ke Lokasi ini, kita harus berjalan kaki sejauh 5 Km dari Tapal Batas Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupate Solok. Lokasi : Terletak di Jorong Ulu Suliti, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, sekitar 55 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro. (http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Pemandian Air Panas Sapan Maluluang Pemandian Air Panas ini merupakan Sumber Air Panas Bumi yang terbesar di Kabupaten Solok Selatan, dengan suhu sekitar 65°C. Untuk menuju ke lokasi ini kita bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Lokasi : Terletak di Jorong Ampalu Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Sungai Pagu.

Sumber Air Panas Mudiak Sapan Sumber Air Panas ini adalah Sumber Air Panas yang paling tinggi suhunya mencapai 95°C. Masyarakat sekitar biasanya memanfaatkan panas bumi ini untuk merebus sesuatu seperti telur atau bahan makanan lainnya. Disamping itu, sebagian Masyarakat juga menggunakan tenaga panas bumi ini untuk menjemur padi. Lokasi : Terletak di Jorong Balun Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh.

Kawasan Wisata Golden Arm Merupakan Dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci. Dari sini kita bisa melihat Dataran yang berbukit yang tanami dengan Tanaman Casiavera atau Kulit Manis, Karet dan Tanaman Perkebunan lainnya. Lokasi : Terletak di Golden Arm Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, sekitar 14 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Wisata Sejarah


Tugu PDRI Tugu PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dapat dilihat ketika memasuki Daerah Bidar Alam, tugu ini adalah saksi tonggak sejarah perjuangan Persiden PDRI saat menyelamatkan negara yang berada dalam keadaan darurat pada tahun 1949. Lokasi : Terdapat di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, + 26 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro)dan + 189 km dari Ibukota Propinsi (Padang). Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) atau roda 4 (empat).

Rumah PDRI Rumah PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dikenal juga dengan “Rumah jama” merupakan saksi perjuangan perlawanan Indonesia dalam memperjuangkan negara Republik Indonesia dari cengkeraman Penjajahan Belanda. Rumah ini digunakan sebagai Pos Keamanan pada waktu Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang pernah menjadi tempat berlangsungnya sidang-sidang Kabinet PDRI pada tahun 1949, selama + 3 bulan pada masa itu yakni dari bulan Januari s/d April 1949. Lokasi : Terletak di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, + 27 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro) dan + 190 km dari Ibukota Propinsi (Padang). Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) atau kendaraan roda 4 (empat ) Lokasi : Terletak di Nagari Bidar Alam Kecamatan Sangir Jujuan.

Fosil Binatang Purba Merupakan Fosil Binatang Purba satu-satunya yang ditemukan di Kabupaten Solok Selatan. Fosil ini ditemukan pada tahun 2001 di Jorong Balun pada Areal Persawahan milik Jamaris. Pada awalnya, tulang yang ditemukan hanya satu bongkah dan Jamaris mengira kalau benda tersebut hanyalah sebuah kayu, sehingga hanya dipakai untuk mengganjal pintu. Setelah diperhatikan lebih seksama, ternyata terdapat keanehan yaitu banyaknya rongga-rongga pada benda tersebut yang menyerupai tulang makhluk hidup. Akhirnya dilakukan penggalian lebih lanjut sehingga ditemukan bongkahan-bongkahan tulang yang lain. Untuk mencapai ke Lokasi ini, kita bisa menggunakan Kendaraan Roda 2 atau Roda 4, sekitar 45 Km dari Ibu Kota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro. Lokasi : Terletak di Jorong Balun Nagari Pakan Rabaa, Kecaamatan Koto Parik Gadang Di Ateh.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Selanjutnya ..

Potensi Wisata Kab. Solok Selatan ,Sumatera Barat

Potensi Wisata Kabupaten Solok


SOLSEL-Mencari tempat pelesiran alternatif, terutama yang menawarkan petualangan, Kabupaten Solok Selatan pantas menjadi salah satu tempat tujuan. Ada pesona alam bernuansa pegunungan, ada keunikan bangunan budayanya dan tidak ketinggalan atraksi-atraksi bernuansa adat yang mengilhami kehidupan sehari-hari masyarakat yang menjanjikan pengalaman yang tak mudah untuk dilupakan.

Solok Selatan memang lebih dikenal sebagai salah satu kabupaten baru di Sumbar. Umurnya baru tiga tahun. Jaraknya yang jauh dari ibukota Padang, mencapai ratusan km, daerah ini memang tidak banyak didengar khabarnya. Satu hal yang membuatnya mudah diingat adalah soal keelokkan rasa beras Muarolabuhnya.


Perjalanan darat yang jauh menjadi tantangan untuk mengunjungi Solok Selatan. Jangan pernah membayangkan medan jalan yang lurus dan mulus, setiap depal jalan yang ditempuh ke sana akan disapa oleh tikungan tajam. Bagi yang tidak tebiasa, harus mempersenjatai diri dahulu dengan obat anti mabuk. Menegangkan, justru di sanalah nilai petualangannya.

Sepanjang perjalanan dari Padang menuju Solok Selatan, walau terasa berat dengan tikungan-tikungan tajam, namun setiap kali mata memandang dijamin tidak akan merasakan kekecewaan. Memasuki Taman Hutan Raya Bung Hatta, keindahan Kota Padang dari Sitinjau Laut sudah menggoda hasrat berpelesiran. Sesampai di Kayu Aro yang kini menjadi ibukabupaten Solok, singgahlah sebentar untuk menikmati makanan khas dendeng batokok. Hawa yang sejuk ala pegunungan, dijamin akan mampu menggugah selera.

Memasuki Alahan Panjang, mulailah takjub dengan pesona perkebunan teh yang memiliki sejarah panjang sebagai peninggalan Belanda. Jangan hanya sekadar melihat hamparan kebun teh seperti permadani hijau dari balik jendela mobil, berhentilah sejenak di pinggir jalan. Untuk melihat aktivitas pemetik teh sangatlah mudah dari tepi jalan. Mau berphoto-photo, di sini pulalah tempat yang terbaik dengan mengambil latar alam yang menakjubkan.

Belum puas rasanya menikmati perjalanan darat ke Solok Selatan sebelum memandang sepuasnya keindahan Danau Kembar. Mampirlah di sebuah kedai yang banyak di sepanjang jalan. Sambil menikmati teh panas di tengah hawa yang sejuk tentu akan semakin berkesan dengan hamparan Danau Kembar yang nampak keseluruhan dari puncak bukit.

Sesampai di Pantai Cermin, kemolekkan alam itu belumlah habis. Di kawasan ini bisa dilihat hamparan bukit-bukit tandus yang curam, seperti Grand Canyon-nya di Amerika Serikat.

Gerbang pertama memasuki Solok Selatan adalah Muarolabuh. Daerah pelintasan ini memperlihatkan denyut nadi Solok Selatan. Dari daerah-daerah yang ada di sana, Muarolabuhlah yang paling ramai.

Dari Muarolabuh menuju ibukabupaten di Padang Aro, jaraknya kurang lebih sama antara Padang menuju Padang Panjang. Di tengah perjalanan, jangan lupa melihat-lihat ke arah kanan. Di sebuah tikungan jembatan, terpampanglah objek wisata air panas Sapan Maluluang.

Air panas Sapan Maluluang adalah salah satu objek wisata unggulah Solok Selatan. Dari jalan raya Padang Aro, butuh perjalanan enam kilo meter menuju ke objek air panas Sapan Maluluang. Namun, perjalanan itu tidak akan sia-sia. Pemkab Solsel sudah membenahi jalan menuju ke objek wisata itu. Sudah mulus, dan cocok untuk bersepeda gunung. Di sepanjang jalan akan ada pemandangan menarik, yaitu hamparan kebun karet yang meneduhkan jalan.

Air panas Sapan Maluluang terletak di tebing bukit. Inilah menariknya, karena dari sana bisa dilihat hamparan lembah yang luas yang masih ditempati hutan-hutan yang perawan. Tentu saja aroma yang ditawarkan adalah kesejukkan alam ala pegunungan.

Sumber air panas Sapan Maluluang hanyalah sebuah kolam kecil. Namun, jangan pernah berdiri terlalu dekat karena akan gosong dibuatnya. Diberi nama maluluang, karena memang gelembung dari air mendidih yang muncul dari perut bumi itu mengeluarkan bunyi-bunyian sepanjang waktu.

Sebelum berkunjung ke air panas Sapan Maluluang, jangan lupa membawa telur ayam. Cobahlah merendamnya, dipastikan dalam bilangan menit akan langsung matang. Merendamkan kaki ke sumber mata air memang bukan pilihan yang bijak. Telur saja dibuat matang, apalagi itu tubuh manusia. Namun, Pemkab Solsel sudah membenahi objek wisata tersebut. Tidak sekadar merasakan uap panas dari jauh, pengunjung sekarang bisa berenang di kolam yang sudah disediakan. Jadilah air panas Sapan Maluluang sebagai spa alami. Belum puas rasanya kalau belum menikmati spa alam ala air panas Sapan Maluluan. A.R. Rizal.

Kabupaten Solok Selatan sebahagian wilayahnya merupakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dapat dijadikan wisata alam.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Selanjutnya ..

Danau Maninjau

Wisata Danau Maninjau



Danau Maninjau di Sumatera Barat adalah satu dari danau yang paling menakjubkan di Indonesia. Danau vulkanik ini terletak kurang lebih 461 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran kurang lebih 100 meter persegi dengan kedalaman maksimum 500 meter, danau ini memiliki sebuah legenda yang berkaitan. Berdasarkan legenda di ranah Minang mengenai “Bujang Sembilan”, salah satu di antaranya meninggal dengan cara menceburkan diri ke dalam kawah. Kawah ini kemudian membesar dan di kemudian hari terbentuklah danau di sini.

Danau Maninjau memiliki resor berbintang lima yang berada di puncak bukit. Dengan pemandangan yang menyenangkan dan menenangkan hati, menginap di daerah Maninjau akan menjadi pengalaman yang mengesankan.

Desa Maninjau terletak di samping danau. Buya HAMKA, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di sini. HAMKA menulis buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang fenomenal itu. Figur terkenal lainnya yang dilahirkan di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, salah satu pahlawan nasional di Indonesianya. Nama perempuan ini diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta. Maninjau Lake. Source from loola.net

Cara Mencapai Daerah ini Terletak 35 kilometer dari kota Bukittinggi, Anda dapat menyewa mobil untuk mencapai daerah Danau Maninjau. Angkutan umum juga banyak tersedia.

Tempat Menginap Berbagai penginapan atau hotel di wilayah Bukittinggi. Anda juga dapat menginap di resor Danau Maninjau.

Berkeliling Dengan menggunakan mobil atau angkutan umum, Anda dapat menikmati pemandangan yang spektakuler.

Tempat Bersantap Anda dapat memuaskan lapar dan dahaga di restoran-restoran terdekat, atau dapat juga di daerah hotel atau penginapan. Makanan Sumatera Barat terkenal pedas, jadi pandai-pandai lah memilih.

Buah Tangan Songket, atau aneka produk terbuat dari songket khas Sumatera Barat (berupa sandal, sepatu, tas, tempat koin, dan lain sebagainya), juga pernak-pernik unik lainnya tersedia. Anda juga dapat membeli oleh-oleh berupa makanan kering khas Sumatera Barat seperti keripik singkong pedas.

Lake Of Maninjau. Source from travelblog.org Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan Selain mengagumi pemandangan yang ada, Anda dapat berekreasi di danau, walaupun fasilitas terbatas. Sayangnya, karena di daerah ini busana minim/renang yang ketat dianggap kurang sopan, maka bagi yang ingin berenang tidak dapat melakukannya di Danau Maninjau. Anda dapat berenang di resor atau berbagai hotel yang menyediakan fasilitas kolam renang. Di resor Maninjau Anda juga dapat mengunjungi fitness center dan jogging track yang tersedia.

Tips Hormati penduduk setempat. Berpakaianlah secara kasual namun sopan. Untuk menikmati Danau Maninjau sepenuhnya, menginaplah di Resor Danau Maninjau.Sumber : www.my-indonesia.info (http://e-kuta.com/blog/index.php/eloknya-danau-maninjau-di-sumatera-barat)

Kesejukan Danau Maninjau
Angin berhembus semilir di kabupaten Agam. Hawa sejuk pun menjamah tubuh dengan penuh kelembutan. Sementara itu keindahan alam makin terasa tatkala kemegahan gunung yang terhampar tegar di wilayah kabupaten yang beribukotakan Lubuk Basung ini, terhampar penuh pesona. Sebagai daerah yang terletak pada posisi yang strategis dalam wilayah propinsi Sumatera Barat, banyak menyimpan berbagai potensi keindahan alam dan budaya, Natural and freshly, serta kegiatan seni dan budaya yang unik dan menarik merupakan salah satu yang dapat dibanggakan apalagi didukung oleh kultur masyarakat rang Agam yang ramah-ramah.

Menunjang kepariwisatawan di Kabupaten Agam selain ditemukan keindahan alamnya tidak bisa terlupakan adalah kenangan yang termasuk didalamnya, kerajinan rakyat dan hasil berbagai kelompok yang bersifat kerajinan tradisional yang masih memakai hand made buatan tangan baik tenun bordir, sulaman, pandai besi, perak, emas secara apik dan indahnya bukan main yang secara turun temurun dikerjakan oleh anak nagari.

Keseluruhan obyek wisata dapat dijangkau dengan jaringan transportasi untuk kemudahan mencapai kunjungan, sehingga dalam perjalanan daerah tujuan wisata akan ditemui kondisi alamnya, (gunung, bukit, lembah, dataran dan danau serta pantai), di dukung pula oleh pemanfaatan lahannya yang dapat menciptakan begitu banyak panorama alam yang sangat indah dan sangat mudah ditemukan dan terlihat dari jalan raya utama yang dilewati.

Saat ini, objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Puncak Lawang yang berada di atas ketinggian ± 1.210 m diatas permukaan laut. Pada zaman penjajahan Belanda. Puncak Lawang sudah dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi kaum bangasawan Belanda saat itu. Dari sini kita dapat menikmati kawasan Danau Maninjau dan juga Samudra Indonesia.


Dan disebabkan tempatnya yang berada di atas ketinggian serta pemandangannya yang begitu memukau, maka saat ini kawasan Puncak Lawang dikembangkan sebagai lokasi Take Off Olah Raga Dirgantara Paralayang (Paragliding). Sambil melayang-layang bebas di udara dan menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari udara kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini.

Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam dapat berjalan kaki menuruni lereng menuju Danau Maninjau atau melintasi hutan lindung ke Objek Wisata Embun atau kembali ke hotel. Dan perjalan wisata kita kurang lengkap jika belum mencoba menikmati keindahan Danau Maninjau dari udara dengan Terbang Tandem mengunakan Paralayang bersama penerbang-penerbang lokal yang handal dan terlatih.

Tak jauh dari Puncak Lawang, anda juga bisa menikmati panorama yang indah dari Embun Pagi. Disini, sesuai dengan namanya, suasananya selalu bagaikan kita berada di pagi hari. Sejuk dan nyaman. Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut, dan memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya.

Dari Embun pagi ini, bila anda turun menuju Danau Maninjau dengan kendaraan pribadi atau bus umum, maka anda akan melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Menjelang sampai di bawah, anda akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan.

Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah.

Begitu anda sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah itulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam.

Selain tempat-tempat wisata di atas, tak lengkap rasanya jika anda tidak mengunjungi sebuah kolam yang memiliki air dengan tiga rasa ini, yaitu manis, asam dan pahit. Tempat wisata ini dikenal dengan nama Air Tigo Raso. Kolam air Tigo Raso yang terletak di Kota Malintang ini, diyakini oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan gaib. Masyarakat mempercayai bahwa airnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Dan yang utama, air ini diyakini bisa membuat Anda awet muda. Bila anda mempunyai keinginan untuk tetap awet muda, tidak ada salahnya untuk mencoba. (http://liburan.info/content/view/281/43/lang,indonesian/)

Selanjutnya ..

Selasa, November 24, 2009

Pariwisata Sumatera Barat

Pariwisata Sumatera Barat


Pariwisata merupakan sektor yang berpeluang besar untuk dikembangkan. Tetapi harus digarisbawahi bahwa potensi pariwisata di Sumatra Barat tidak sebesar potensi pariwisata di Bali atau Yogyakarta. Obyek wisata di Sumbar cukup beragam, meliputi wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah.

Wisata alam di Sumatra Barat yang memiliki daya tarik tinggi antara lain: Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak, air terjun di Lembah Anai, Ambun Pagi, pantai Carolina, pantai Bumpus, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); dan gunung berapi di Singgalam. Wisata budaya antara lain kebudayaan minang di Padang Panjang, dan wisata sejarah yang antara lain berupa gua Jepang di Agam dan Istana Kerajaan Pagarujung di Batusangkar.

Potensi wisata itu belum dikembangkan secara optimal sehingga belum banyak menarik minat turis asing. Pada tahun 1996 turis asing (wisman) yang berkunjung ke Sumatra Barat berjumlah sekitar 108.776 orang. Pada tahun 1998 jumlah itu menurun menjadi 51.028. Maraknya kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah pada saat menjelang dan pasca pemilu 1997 mengakibatkan banyak turis asing enggan datang ke Indonesia dan daerah wisata utama lainnya.(http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=3019&Itemid=1587)

39 Titik Selam Berkelas Dunia Di Sumbar
PADANG, Perairan laut Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memiliki potensi untuk pengembangan wisata selam (diving) di alam terbuka karena sedikitnya memiliki 39 titik untuk lokasi penyelaman berkelas dunia. Kesimpulan itu setelah dilakukan penyelaman pada titik-titik tersebut dan diperbandingkan dengan titik penyelaman kelas dunia yang ada di daerah atau negara lain, kata Pembina Selam Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Bung Hatta, Indrawadi kepada ANTARA di Padang, Selasa (26/5).

Ia menambahkan, 39 titik itu tersebar pada perairan laut di tujuh kabupaten dan kota yang wilayahnya memiliki laut di Sumbar, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan dan Padang Pariaman. Dari 39 titik itu, ada lima titik yang jaraknya sekitar 10 mil laut dari pesisir pantai Sumbar, atau dengan jarak tempuh sekitar dua jam 30 menit menggunakan kapal bermesin 40 PK.

Lima titik itu, yakni Gosong Laut di perairan Kota Padang berjarak 11 mil dari Pantai Padang yang memiliki keindahan panorama hamparan terumbu karang dan penyelam bisa menyaksikan lalu lintas penyu menuju pulau terpencil untuk bertelur.

Titik kedua, di perairan Pulau Air Kota Padang dimana pada dasar laut terdapat bangkai kapal Belanda yang tenggelam pada masa penjajahan dan kini ditumbuhi terumbu dan bunga karang aneka warna yang indah. Di lokasi itu penyelam juga sering menyaksikan gerombolan hiu tutul ukuran besar yang selama ini ada yang menyerang manusia (penyelam).

Lokasi titik ke tiga di perairan laut Pulau Pieh, Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki dinding terjal bawah laut berlapis terumbu karang dengan panorama hampir sama dengan di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Selatan. Titik ke empat, di perairan laut Pulau Marak Kabupaten Pesisir Selatan yang juga memiliki dinding bawah laut yang terjal dengan hamparan terumbu karang yang alami dan indah.

Sedangkan titik ke lima, di perairan laut Pulau Pandan, Kota Padang yang selain memiliki panorama bawah laut yang indak juga terdapat benteng peninggalan Belanda di Pulau tersebut. http://travel.kompas.com/read/xml/2009/05/27/03402516/39.titik.selam.berkelas.dunia.di.sumbar (http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=10090&Itemid=1483)

Potensi Wisata Petualangan Sumatera Barat Belum Dikelola


DARI sekian banyak potensi wisata yang ada di Sumatera Barat, salah satu yang memiliki keunggulan dibanding yang lainnya yaitu potensi wisata petualangan. Sayangnya, sampai saat ini potensi ini belum dilirik oleh pemerintah untuk dikelola dengan baik. Kenyataannya, beranekaragam lokasi petualangan masih dibiarkan terbengkalai tanpa sentuhan.

Kondisi ini disampaikan oleh Ketua Mapala Unand, Fauzan Gusti Wardhana Rabu kemarin (31/10). “Sebenarnya di Sumbar, dari ujung utara sampai ke Selatan memiliki potensi wisata petualangan. Contohnya saja Gunung Talamau di Pasaman yang merupakan Gunung tertinggi di Sumbar dan masih terjaga kelestariannya. Atau Batang Kuantan yang berada di Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung sangat layak untuk olahraga arung jeram,” terangnya.

Dijelaskannya, sampai saat ini pemerintah seolah-olah menganaktirikan wisata petualangan di Sumbar. “Padahal kalau mau dikelola, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal,” ujarnya. Selain itu, kurangnya publikasi juga menyebabkan lokasi wisata petualangan tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Akibatnya, sampai saat ini hanya segelintir orang dari komunitas dan organisasi tertentu saja yang menikmati wisata petualangan di Ranah Minang ini.

Padahal, kalau potensi ini dikembangkan, tidak sedikit devisa yang akan didapat daerah ini. “Kita bisa bercermin kepada beberapa daerah yang menjadikan wisata petualangan sebagai wisata unggulan. Misalkan saja Jawa Barat, yang terkenal dengan Sungai Citarik dan Citarum sebagai lokasi berarung jeram. Di sana wisatawan rela untuk membayar Rp 200-500 ribu per-orang untuk sekali pengarungan yang hanya berlangsung 1-2 jam saja. Kalau satu perahu bisa memuat 6 orang, dan dalam satu hari bisa dilakukan ratusan kali pengarungan, bayangkan jumlah uang yang didapatkan,” jelasnya.

Begitu juga dalam hal wisata pendakian gunung. Di Sumbar banyak sekali gunung-gunung aktif maupun yang tidak aktif lagi seperti Marapi, Singgalang, Tandikek, Talang, Sago dsb. Salah satu yang paling sering didaki apalagi pada momen khusus seperti 17 Agustus dan tahun baru yaitu Gunung Marapi. Jumlah pendaki bisa mencapai ribuan orang dalam satu hari namun sampai saat ini belum ada pengelolaan yang profesional. “Bisa dilihat bahwa di Marapi saat ini kondisinya sangat parah akibat sampah yang berserakan. Belum lagi sering terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tertentu membuat kenyamanan pendaki jadi terganggu,” ujar Fauzan yang sehari-harinya kuliah di Fakultas Pertanian Unand ini.

Ditambahkan Fauzan, seharusnya pemerintah bisa menggandeng instansi yang memang konsisten pada aktifitas petualangan seperti halnya Mapala yang ada di setiap Kampus di kota ini. “Mapala atau organisasi lain yang sejenis bisa menjadi kaki tangan pemerintah yang langsung terjun ke lapangan. Tentunya dengan jiwa muda dan kreatifitasnya, pengembangan wisata petualangan akan bisa dilakukan dengan baik. Selain itu mereka pada umumnya lebih welcome menerima pendatang dan benar-benar memperlakukannya sebagai tamu,” jelasnya lagi.

Mapala Unand dan Aktifitas Pengembangan Wisata Petualangan Saat ditanyakan apa-apa saja yang telah dilakukan organisasi yang dipimpinnya saat ini terkait dengan pengembangan wisata petualangan di Sumbar, Fauzan mengatakan bahwa saat ini Mapala Unand sedang fokus pada pengembangan wisata arung jeram. “Kita ketahui, bahwa di Sumbar banyak sekali Sungai-sungai berarus deras yang sangat layak untuk berarung jeram. Karenanya kita terus menggalakkan kegiatan ini dan terus mengeksposenya,” jelasnya.

Saat ini, Mapala Unand telah memiliki perlengkapan arung jeram lengkap dan biasa berlatih di Batang Kuranji yang terletak didekat Kampus Unand Limau Manih. “Kita berharap dengan terus mengadakan pengarungan, masyarakat akan tahu bahwa arung jeram bisa dilakukan di sini. Selain di Batang Kuranji, kita juga sering berung jeram di Batang Tarusan Pesisir Selatan. Di sana debit airnya lebih stabil dan sangat layak untuk dikelola menjadi lokasi wisata arung jeram,” terangnya lagi.

Selain itu mereka juga terus mempublikasikan aktifitas ini terutama kepada kalangan penggiat alam bebas yang berada di daerah lain. Dampaknya sudah mulai terasa, beberapa Mapala sudah mengubungi dan datang untuk menjajal beberapa Sungai yang ada di Sumbar. “Bulan kemarin kita baru saja berarung jeram dengan teman-teman dari Universitas Riau di Batang Tarusan. Sementara teman-teman dari Universitas Negeri Yogyakarta juga telah menghubungi dan saat ini dalam tahap persiapan,” ujarnya. (Ahmad Medapri/ MU 160 Cps.)(http://mapalaunand.com/berita/potensi-wisata-petualangan-sumatera-barat-belum-dikelola/)

Potensi Pariwisata Sumbar Belum Dikembangkan Maksimal KabarIndonesia - Kendala dan masalah mendasar tentang kepariwisataan Sumatera Barat adalah potensi belum dikembangkan dan dipasarkan secara optimal. Di samping itu soal sarana dan prasarana yang ada saat ini belum memadai.

“Sementara wisata bahari masih berorientasi pada wisata pulau kecil, rekreasi pantai, memancing, surfing, dan diving. Sedangkan berlayar (yaching) dan pesiar (cruising) belum berkembang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Sumatera Barat Prof. DR. Ir. H. James Hellyward, MS., pada acara Pembekalan Aparatur dan Jurnalistik Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (24/4) lalu, di Hotel Dymens Bukittinggi.

Persoalan lain yang sangat mendasar, jelas James Hellyward, adalah minimnya tenaga profesional dalam pengelolaan pariwisata di Sumatera Barat. Sementara potensi pariwisata Sumbar sangat besar dan dibutuhkan tenaga-tenaga terampil dalam mengelolanya.

Disebutkan James, potensi pengembangan pariwisata Sumbar diantaranya adalah sebagai gerbang pariwisata di pantai barat Sumatera, memiliki keanekaragaman flora dan fauna, memiliki taman laut dengan ekosistem terumbu karang, memiliki panorama pantai dan pulau-pulau kecil, akomodasi pariwisata, sarana transportasi dan aksesibilitas.

Untuk itu, strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan Dinas Pariwisata Sumbar, menurut James diantaranya adalah pemulihan dan peningkatan citra pariwisata, pengembangan wisata minat khusus, peningkatan kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, melaksanakan pariwisata bersih serta menciptakan suasana yang kondusif.

“Kita menargetkan kunjungan wisatawan pada 2010 nanti adalah 8.435.892 orang,” tambah James.Rujukan



Objek-objek Wisata Di Sumatera Barat


Selanjutnya ..

Sumber Daya Alam Sumatera Barat

Sumber Daya Alam Sumatera Barat


Diantara sumber daya alam Sumatera Barat: Batubara, Batu besi, Batu galena, Timah hitam, Seng, Manganase, Emas, Batu kapur (Semen), Kelapa sawit, Perikanan, Kakao.

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi. Hutan tropisnya dapat dijumpai berbagai spesies langka, misalnya rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia), harimau sumatera, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Potensi pertanian juga meningkat, ini dapat dari bertambahnya luas panen padi sebesar 1.03% dari 2004 ke 2005. Hal yang sama terjadi pada palawija, luas panennya bertambah 12,53% untuk komoditas jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Memang tidak semua lahan panen meningkat, seperti pada komoditas sayur-sayuran yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kol, kubis, petai, sawi, cabe, wortel, dan cabe rawit pada 2005 hanya mencapai 16.598 hektar, padahal di tahun 2004 mencapai 17.826 hektar.

Di sektor peternakan, komoditas utamanya adalah sapi potong. Jenis ternak terdiri atas kelompok ternak besar meliputi sapi perah, sapi potong, kerbau, kambing dan babi serta sebagian kecil kuda dan domba; dan kelompok ternak kecil yang terdiri atas ayam ras, ayam buras dan itik. Dari total ternak yang ada, lebih dari 96,45% adalah kelompok ternak kecil. Populasi tertinggi untuk kelompok ternak besar mencapai 872.517 ekor, terdiri atas 419.352 sapi potong dengan produksi daging seberat 14.715.641 kg; ditambah 210.421 ekor kerbau dengan produksi daging seberat 3.067.218 kg dan susu sebanyak 1.342.807 kg. kambing dengan populasi 29.847 ekor menghasilkan 309.050 kg daging. Sisanya adalah 714 ekor sapi perah dan 6.052 ekor domba.

Dengan luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mencapai 186.580 km2 dan panjang garis pantai 2.420.357 km, sektor kelautan dan perikanan sangatlah bernilai. Potensi perairan di Sumatera Barat antara lain ikan laut, ikan air tawar, mangrove, terumbu karang, padang lamun, rumput laut, penyu dan lain-lain.

Provinsi ini juga kaya akan bahan-bahan tambang. Sektor ini dibagi dalam tiga jenis usaha, yaitu bahan galian strategis (golongan A), bahan galian vital (golongan B) dan bahan galian industri (golongan C). masuk dalam kategori golongan A antara lain batu bara dan bitumen padat (oil-shale). Sejumlah daerah yang memiliki potensi batu bara antara lain Kota Sawahlunto dengan total cadangan 104,8 juta ton, kabupaten Sawahlunto dengan total cadanan mencapai 76 juta ton, Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah cadangan 4 juta ton serta beberapa daerah lainnya.

Jenis bahan tambang yang diusahakan dengan skala besar hanyalah batubara. Selama periode 2005 produksi batubara mencapai 787.404,58 ton, dikonsumsi untuk pasar dalam negeri 787,4 ribu ton dan sisanya 296,56 ton diekspor. Dari hasil penjualan ini berhasil diperoleh pendapatan Rp. 299,06 miliar. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).Rujukan

Pabrik Tertua


PT Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Indonesia yang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappi (NV NIPCM). Pabrik mulai berproduksi pada tahun 1913 dengan kapasitas 22.900 ton per tahun, dan pernah mencapai produksi sebesar 170.000 ton pada tahun 1939 yang merupakan produksi tertinggi pada waktu itu.

Ketika Jepang menguasai Indonesia tahun 1942-1945, pabrik diambil alih dengan menajemen Asano Cement, Jepang. Pada waktu kemerdekaan tahun 1945 pabrik diambil alih oleh karyawan dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia dengan nama Kilang Semen Indarung. Pada agresi militer 1 tahun 1947, pabrik dikuasai kembali oleh Belanda dan namanya diganti menjadi NV Padang Portland Cement Maatschappij (NV PPCM).


Berdasarkan PP No. 50 tanggal 5 Juli 1958, tentang penentuan perusahaan perindustrian dan pertambangan milik Belanda dikenakan nasionalisasi, maka NV Padang Portland Cement Maatschappij dinasionalisasikan dan selanjutnya ditangani oleh Badan Pengelola Perusahaan Industri dan Tambang (BAPPIT) Pusat. Setelah tiga tahun dikelola oleh BAPPIT Pusat, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 135 tahun 1961 status perusahaan diubah menjadi PN (Perusahaan Negara). Akhirnya pada tahun 1971 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 menetapkan status Semen Padang menjadi PT Persero dengan Akta Notaris No. 5 tanggal 4 Juli 1972.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 5-326/MK.016/1995, Pemerintah melakukan konsolidasi atas tiga Pabrik semen milik Pemerintah yaitu PT Semen Tonasa (PTST), PT Semen Padang (PTSP) dan PT Semen Gresik (PTSG), yang terealisir pada tanggal 15 September 1995, sehingga saat ini PT Semen Padang berada dibawah PT Semen Gresik Tbk (Semen Gresik Group).(http://www.semenpadang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12&Itemid=26)

Potensi perikanan dan kelautan Sumatera Barat sangat besar tapi produksi ikan laut masih 35% yang terexploitasi. Potensi perikanan dan kelautan Sumatera Barat sangat besar tapi produksi ikan laut masih 35% yang terexploitasi.

Potensi - potensi SDA di daerah pesisir yang dapat dimanfaatkan antara lain:
  • Estuaria (daerah pantai pertemuan antara air laut dan air tawar) ; berpotensi sebagai daerah penangkapan ikan (fishing grounds) yang baik.
  • Hutan mangrove (ekosistem yang tingkat kesuburannya lebih tinggi dari Estuaria ) ; untuk mendukung kelangsungan hidup biota laut.
  • Padang Lamun (tumbuhan berbunga yang beradaptasi pada kehidupan di lingkungan bahari) ; sebagai habitat utama ikan duyung, bulubabi, penyu hijau, ikan baronang, kakatua dan teripang.
  • Terumbu Karang (ekosistim yang tersusun dari beberapa jenis karang batu tempat hidupnya beraneka ragam biota perairan).
  • Pantai Berpasir (tempat kehideupan moluska) ; memiliki nilai pariwisata terutama pasir puith. Rujukan

    Selanjutnya ..
  • Jumat, November 20, 2009

    Propinsi Sumatera Barat

    Tentang Sumatera Barat


    Photobucket

    Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera dengan luas 42.297,30 km² . Provinsi ini memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudera Hindia termasuk dalam provinsi ini. Garis pantai Sumatera Barat seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 375 km.

    Danau yang berada di Sumatera Barat adalah Maninjau (99,5 km²), Singkarak (130,1 km²), Diatas (31,5 km²), Dibawah (Dibaruh) (14,0 km²), Talang (5,0 km²).

    Beberapa sungai besar di pulau Sumatera berhulu di provinsi ini, yaitu Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri (disebut sebagai Batang Kuantan di bagian hulunya), Sungai Kampar dan Batang Hari. Semua sungai ini bermuara di pantai timur Sumatera, di provinsi Riau dan Jambi.

    Sungai-sungai yang bermuara di pantai barat pendek-pendek. Beberapa di antaranya adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan.

    Gunung-gunung di Sumatera Barat adalah Marapi (2.891 m), Sago (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Tandikat (2.438 m), Talakmau (2.912 m), Talang (2.572 m). Rujukan

    Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Barat selama periode 10 tahun sejak tahun 1990 sampai tahun 2000 tercatat sebesar sebesar 0,56 % dan meningkat selama periode 2000-2002 menjadi 1,82 %. Pada tahun 1990 baru tercatat sebanyak 3.999.764 jiwa, sedangkan pada tahun 2002 telah mencapai 4.375.080 jiwa. Laju peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2002 dengan laju penambahan jumlah penduduk sebanyak 131.570 jiwa atau dengan laju pertumbuhan sebesar 3,1 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Laju pertumbuhan penduduk Sumatera Barat selama periode tahun 1990 -2000 tergolong terendah dibandingkan dengan propinsi lainnya di Sumatera dan laju pertumbuhan tertinggi selama periode tersebut adalah propinsi Riau yang mencapai 3,87 %. Sementara laju pertumbuhannya selama dua tahun terakhir, yaitu tahun 2000-2002 meningkat menjadi 1,82 %, tetapi masih yang terendah dibandingkan dengan propinsi lainnya di Pulau Sumatera. Bahkan laju pertumbuhan yang tertinggi tetap terjadi di Propinsi Riau, yaitu mencapai 6,59 %. Beradasarkan jumlah penduduk menurut Kabupaten/kota selama periode 2000-2002, Kabupaten Tanah Datar mempunyai laju pertumbuhan penduduk terendah, yaitu 0,73 %, sedangkan yang tertinggi adalah kota Sawahlunto, yaitu 2,63 %.

    Jumlah penduduk Propinsi Sumatera Barat pada tahun 2002 sebanyak 4.375.080 jiwa dan menduduki ranking ke 5 di bawah propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Riau, serta diatas dari propinsi lainnya di Pulau Sumatera. Berdasarkan data Kabupaten dan kota di Propinsi Sumatera Barat, jumlah penduduk terbanyak terdapat di kota Padang, yaitu 743.220 jiwa dan terendah di kota Padang Panjang, yaitu 41.600 jiwa.

    Ditinjau dari penyebaran penduduk berdasarkan luas daerah, kepadatan penduduk Sumatera Barat pada tahun 2002 masih tergolong sedang, yaitu 103,6 jiwa per km2. Berarti tiap km2 terhuni oleh penduduk sebanyak 103,6 jiwa. Penyebaran penduduk pada tahun tersebut meningkat sekitar 3,66 jiwa dibandingkan dengan penyebaran penduduk pada tahun 2000 yang hanya sebesar 99,94 per km2. Berdasarkan data Kabupaten dan kota, penduduk terpadat ditemui di Kota Bukittinggi, yaitu 3.710,78 jiwa pada tiap km2 dan terjarang terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu 10,31 jiwa pada tiap km2 (Tabel 9a). Kepadatan penduduk kota Bukittinggi yang demikian disebabkan salah satunya oleh tersebut berkembangnya kota Bukittinggi sebagai kota wisata di Sumatera Barat. Hal itu dapat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebagai dampak berkembangnya sektor pariwisata. Kabupaten dengan kepadatan terkecil adalah kepulauan Mentawai yang hanya 10,32 jiwa per km2. Hal itu terjadi karena kabupaten tersebut merupakan pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman yang mempunyai wilayah cukup luas, yaitu 6,011 km2 (luas Kabupaten Kepulauan Mentawai).

    Berdasarkan klasifikasi kepadatan penduduk menurut kabupaten dan kota (Tabel 9a) menunjukkan bahwa kepadatan penduduk Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat diklasifikasikan mulai dari golongan jarang sampai sangat padat. Daerah-daerah yang tergolong padat penduduknya umumnya ditemui di wilayah perkotaan, kecuali Kota Sawahlunto lebih rendah daripada Kabupaten Tanah Datar dan Padang Pariaman, namun demikian 75 % dari penduduk Sumatera Barat berdomisili di wilayah Kabupaten. Hal itu terjadi karena wilayah Kabupaten lebih luas daripada wilayah Kota. Terbukti wilayah Kabupaten mencakup 97 % dari total luas Propinsi Sumatera Barat, sedangkan Kota hanya 3 % saja. Berdasarkan persebaran penduduk di daerah Kabupaten dan Kota, Kota Padang sebagai ibukota propinsi menduduki urutan teratas, yaitu sebesar 16,99 %, sedangkan Kota Padang Panjang menduduki urutan terbawah yang hanya 0,95 % dari jumlah penduduk Sumatera Barat secara keseluruhan.

    Jumlah penduduk Sumatera Barat menurut umur pada tahun 2002 memperlihatkan bahwa penduduk usia muda (di bawah 15 tahun) tergolong tinggi, yaitu 1.441.500 jiwa atau sekitar 32,95 % dari seluruh penduduk Sumatera Barat. Komposisi seperti itu menggambarkan bahwa rasio ketergantungan usia (RKU); khususnya usia muda yang masih tergolong tinggi. Berarti beban tanggungan ekonomi oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) tergolong berat. Pada tahun 2002 RKU sebesar 61,8 (62) dengan rasio ketergantungan usia muda sebesar 53,31. Angka itu menunjukkan bahwa setiap 100 jiwa usia produktif (15-64 tahun) di Sumatera Barat akan menanggung beban ekonomi sebanyak 62 jiwa yang tidak produktif dan 53 jiwa diantaranya adalah penduduk usia muda. Beban tanggungan tersebut terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya (tahun 2001); dimana pada tahun 2001, perkembangan RKU mencapai 65,8 (66) dengan RKU usia muda sebesar 53,31.

    Pada tahun 2002, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.147.170 jiwa dan perempuan 2.227.910 jiwa. Secara umum perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan hampir mendekati satu, yaitu 0,96 yang berarti setiap 100 jiwa penduduk perempuan, jumlah penduduk laki-laki 96 jiwa. Data itu menunjukkan bahwa penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki, khususnya pada usia 15 tahun ke atas, kecuali pada kelompok umur 45-54. Komposisi sebaliknya terjadi pada usia muda (di bawah 15 tahun); dimana ratio jenis kelaminnya lebih besar dari 100.

    Perbandingan jenis kelamin menurut kabupaten/kota pada umumnya kurang dari 100 yang berarti penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki. Beberapa kabupaten/kota yang mempunyai ratio kelamin lebih besar dari 100 adalah Kabupaten Mentawai (109,61), dan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung (101,68). Daerah yang mempunyai ratio jenis kelamin yang terendah adalah Kabupaten Agam, yaitu sebesar 92,60.

    Petunjuk menarik dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin di Sumatera Barat adalah penduduk perempuan lebih dominan pada usia produktif dibandingkan dengan laki-laki. Keadaan itu tentunya akan membentuk pola kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang banyak memberikan peran lebih kepada kaum perempuan. Kenyataan itu merupakan konsekuensi logis akibat besarnya kecenderungan penduduk laki-laki dewasa untuk merantau dalam mengarungi penghidupan yang lebih baik di negeri Jawa. Rujukan


    Propinsi Sumatera Barat, tempat bermukimnya masyarakat Minangkabau dan tidak berlebihan disebut sebagai surga yang terakhir. Propinsi ini dikaruniai dengan budaya dan keindahan alamnya yang sulit dicarikan tandingannya. Tidak mengherankan kalau Sumatera Barat telah lama dikenal sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan. Perjalanan ke Bukittinggi, suatu daerah yang beriklim sejuk dilingkungi oleh gunung-gunung dengan nagari-nagari tradisional serta tatanan kehidupan yang masih bertahan selama berabad-abad, atau berkunjung ke Padang menelusuri ibu kota propinsi dengan masakan Padang yang terkenal sampai ke Mancanegara, dan perjalanan ke daerah-daerah cagar alam yang semuanya tidak akan pernah begitu saja dilupakan wisatawan atau siapun yang pernah mengunjunginya. Datanglah ke Sumatera Barat & Jelajahi Ranah Bundo Kanduang ! Rujukan

    Berikut ini daftar Kabupaten/kota dan Gubernur Sumatera Barat
    Daftar Kabupaten dan Kota
    NoKabupaten/KotaIbukota
    1Kabupaten AgamLubuk Basung
    2Kab. DharmasrayaPulau Punjung
    3Kab. Kep. MentawaiTuapejat
    4Kab.Lima Puluh KotaSarilamak
    5Kab. Padang PariamanParit Malintang
    6Kab. PasamanLubuk Sikaping
    7Kab.Pasaman BaratSimpang Empat
    8Kab. Pesisir SelatanPainan
    9Kab. SijunjungMuaro Sijunjung
    10Kabupaten SolokArosuka
    11Kab.Solok SelatanPadang Aro, Solok Selatan
    12Kab. Tanah DatarBatu Sangkar
    13Kota Bukit Tinggi-
    14Kota Padang-
    15Kota Padangpanjang-
    16Kota Pariaman-
    17Kota Payakumbuh-
    18Kota Sawahlunto-
    19Kota Solok-


    Daftar Gubernur
    NoN a m a DariSampaiKeterangan
    1Kaharudin Datuk Rangkayo Basa 19581967-
    2Saputro Brotodirejo 19671967-
    3Harun Zain 19671977-
    4Azwar Anas 19771987-
    5Hasan Basri Durin 19871997-
    6Muchlis IbrahimNop 199727 Maret 1999-
    7Dunidja 27 Maret 199924 Feb 2000Pejabat Gubernur
    8Zainal Bakar 24 Feb 200014 Maret 2005-
    9Thamrin 14 Maret 200515 Agust 2005Pejabat Gubernur
    10Gamawan Fauzy15 Agust 200522 Agust 2009-
    11Marlis Rahman23 Agust 20092010Pejabat Gubernur

    Rujukan


    Baca Yang Lain Tentang Sumatera Barat



    Selanjutnya ..

    Kamis, November 19, 2009

    Investasi Sumatera Utara

    Investasi Di Sumatera Utara


    Peningkatan Penanaman Modal Daerah
    Sebagaimana diketahui, setelah masa krisis ekonomi pada akhir tahun 1997, iklim penanaman modal (Investasi) dikota Medan secara berangsur-angsur mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup berarti. Hal ini tidak saja didukung oleh letak geografis dan potensi demografis Kota Medan yang cukup strategis tetapi juga didukung juga oleh kebijakan-kebijakan yang bersahabat dengan pasar, sehingga menciptakan iklim dan lingkungan penanaman modal yang semakin kondusif dari waktu ke waktu.

    Langkah-langkah proaktif dan inovasi yang ditempuh, dengan mengembangkan kemitraan strategic diantara sesama pelaku usaha dengan Pemerintah Kota, kenyataanya secara signifikan mampu menumbuhkan minat berinvestasi para pemilik modal untuk menanamkan modalnya di Kota Medan, diberbagai bidang lapangan usaha potensial. Hal ini juga tidak terlepas dari persepsi yang sama dari seluruh Stakeholders, tentang perlunya menarik investasi lebih besar untuk menggerakkan roda perekonomian dalam volume yang lebih besar di Kota Medan, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja lebih banyak, sekaligus memperbaiki tingkat pendapatan masyarakat.

    Perkembangan positif penanaman modal sampai tahun 2004 dapat dilihat dari perkiraan investasi di berbagai sektor lapangan usaha, baik yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), disamping sektor Pemerintah dan Rumah Tangga.

    Permasalahan
    Investasi Dikota Medan pada tahun 2000 sebesar Rp. 2,7 Trilyun, tahun 2001 sebesar Rp. 3,3 Trilyun, tahun 2002 sebesar Rp. 3,0 Trilyun, tahun 2003 sebesar Rp. 4,0 Trilyun, tahun 2004 sebesar Rp. 4,4 Trilyun. Total perkiraan investasi yang masuk ke Kota Medan dari berbagai lapangan usaha selama tahun 2000 – 2004 cendrung cukup masif. Lapangan usaha utama yang menjadi tujuan utama berinvestasi adalah sektor perdagangan, listrik, gas dan air, bangunan, industri dan angkutan.

    Berbagai variabel penting yang cukup berpengaruh terhadap minat berinvestasi di Kota Medan adalah kondisi keamanan dan ketertiban umum serta stabilitas politik, harga berbagai faktor produksi, suku bunga dan lain-lain.

    Permasalahan utama yang timbul dalam bidang investasi adalah persepsi tentang lama dan panjangnya prosedur perijinan investasi kondisi ini tidak saja berlaku di daerah, tetapi juga ditingkat nasional. Prosedur yang panjang dan berbelit tidak hanya mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, tetapi juga menghilangkan peluang usaha yang seharusnya dapat dimanfaatkan, baik untuk kepentingan perusahaan maupun kepentingan daerah, seperti dalam bentuk penciptaan lapangan kerja.

    Kurangnya promosi investasi (penanaman modal) baik dalam konteks regional, nasional dan internasional, juga menjadi salah satu permasalahan dalam pengembangan investasi di Kota Medan.

    Masalah lain yang timbul berkenan dalam iklim investasi ini adalah persepsi rendahnya kepastian hukum, juga tercermin dari banyaknya tumpang tindih kebijakan antar pusat dan daerah dan antar sektor. Belum mantapnya pelaksanaan program desentralisasi mengakibatkan kesimpang siuran wewenang antara pemerintah pusat dan daerah dalam kebijakan investasi. Disamping itu juga terdapat keragaman yang berasal dari kebijakan investasi antar daerah. Kesemuanya ini mengakibatkan ketidak jelasan kebijakan investasi nasional, yang pada gilirannya akan menurunkan minat investasi. Disisi lain penerapan peraturan daerah (PERDA) lebih didorong oleh keinginan untuk menaikkan PAD secara berlebihan, yang dikuatirkan dapat merugikan pembangunan kota.

    Kurang menggairahkan iklim investasi, juga disebabkan oleh keterbatasan daya saing produksi (Supply Side) dan kapasitas dari sistem dan jaringan infrastruktur. Keterbatasan kapasitas infrastruktur, berpengaruh pada peningkatan biaya distribusi, yang pada gilirannya justru memperburuk daya saing produk-produk yang dihasilkan.

    Sasaran
    Sasaran yang ingin dicapai dari peningkatan investasi di kota medan adalah terwujudnya iklim investasi yang sehat dengan reformasi kelembagaan ekonomi di berbagai tingkatan pemerintah, yang mampu mengurangi praktik ekonomi tinggi. Sasaran khusus yang ingin di capai mencakup:
    • Jumlah investasi rata-rata sebesar Rp. 10,95 Triliyun pertahun sampai tahun 2010;
    • Terwujudnya kota medan sebagai tujuan investasi yang kondusif dan menguntungkan;
    • Terwujudnya pelayanan perizinan investasi yang baik, mudah, cepat dan transparan terhadap para investor , baik dari dalam negeri maupun luar negeri;
    • Terwujudnya kepastian hukum, insentif berinvestasi serta sistem pelayanan satu atap dibidang investasi di Kota Medan.


    Arah Kebijakan
    Dalam rangka mewujudkan sasaran diatas, arah kebijakan bagi menciptakan iklim investasi yang sehat sebagai berikut :
    • Mewujud kan Citra Good Governance dalam bidang investasi dan lingkungan bisnis;
    • Memberikan pelayanan yang baik, mudah, sederhana, cepat dan transparan dalam perizinan investasi;
    • Membangun sitem informasi dan promosi investasi yang efektif, dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan promosi bersekala luas dalam upaya menarik minat investor;
    • Meningkatkan koordinasi dan kerjasama promosi investasi antarah tingkatan pemerintah, antara pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat;
    • Mewujudkan iklim penanaman modal yang kondusif, khususnya melalui peningkatan penyediaan infrastruktur ekonomi yang meningkatkan efisiensi berusaha bagi investor, disamping jaminan kepastian berusaha.
    Sumber Informasi :(Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM)Tahun 2006-2010 Pemko Medan).

    Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan keindahan Danau Toba dan Pulau Samosirnya. Menurut letak geografisnya provinsi ini terletak di sebelah barat Indonesia, wilayah provinsi ini sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sebelah timur dengan Malaysia di selat Malaka, sebelah selatan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia. Wilayah provinsi ini seluas 71,680.68 km² yang secara administratif terdiri dari 18 Kabupaten dan 7 kota dengan jumlah penduduk sekitar 12.326.678 jiwa. Angka pertumbuhan penduduknya sebesar 1,37% dengan rata-rata kepadatan penduduk sekitar 172 per Km².

    Pada tahun 2005, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi ini sebesar Rp. 87,89 triliun dengan kontribusi terbesar disumbang dari sektor pertanian sebesar 25,2%, atau sama dengan Rp. 22,19 trilyun, diikuti sektor industri pengolahan sebesar Rp. 21,30 triliun (24,2%) serta sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 15,98 triliun (18,2%).

    Pada tahun yang sama, nilai ekspornya mencapai US$ 4,56 miliar, disumbang dari Minyak Lemak, Minyak Nabati dan Hewani sebesar US$ 1,76 juta, bahan baku senilai US$ 987 juta, barang hasil industri senilai US$ 623 juta, bahan makanan dan binatang hidup senilai US$ 606 juta. Tanaman Palawija juga menjadi salah satu andalan ekspor.

    Terdapat 2 (dua) unggulan di provinsi ini untuk sektor pertanian yaitu sub sektor perkebunan dan perikanan. Untuk sub sektor perkebunan terdapat 5 (lima) komoditi unggulan, antara lain kakao, karet, kelapa sawit, kopi dan tebu. Sedangkan dari sub sektor perikanan Provinsi Sumatera Utara mempunyai unggulan untuk perikanan laut dan budidaya.

    Sebagai pendukung kegiatan perekonomian, provinsi ini memiliki 4 (empat) kawasan industri yaitu Kawasan Industri Medan, Medan Star Industrial estate, Binjai dan Pulahan Seruai Industrial Estate dengan dukungn sarana perhubungan yang memadai berupa pelabuhan laut sebanyak 22 (dua puluh dua) pelabuhan dan 7 (tujuh) Bandar Udara baik nasional maupun perintis yaitu Bandara Sibisa, Binaka, Silangit, Pulau Batu, Aek Gondang, Pinang Sori, dan Bandara Polonia sebagai bandar udara utama. Rujukan

    Sepanjang Tahun 2006, Iklim Investasi di Kota Medan Membaik, Kepala BPS Medan: Angka Inflasi Sangat Terkendali
    Sepanjang tahun 2006, angka inflasi di Medan cukup rendah yang membuka peluang investasi cukup baik bagi para pengusaha dalam menanamkan modal usaha. Hal itu terlihat dari angka inflasi kumulatif sepanjang bulan Januari hingga September 2006 di Kota Medan baru sebesar 2,57 persen. Angka ini cukup kecil dari target inflasi di Medan pada akhir tahun 2006 berkisar 6-6,5 persen.

    Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan Aguslan Simanjuntak, SE didampingi Kasi Distribusi Ir. Budianto Senin (9/10) siang. Mengingat kecilnya angka inflasi hingga bulan September, Aguslan memprediksi angka inflasi hingga akhir tahun berkisar 5 persen.

    Dengan rendahnya inflasi ini, tambahnya, menyebabkan turunnya BI Rate dan suku bunga sehingga memancing pengusaha meminjam modal kredit untuk berinvestasi. “Kondisi membuka peluang membaiknya iklim investasi,” tandasnya.

    Aguslan juga memaparkan angka inflasi kumulatif hingga bulan September 2006 sebesar 2,54 persen sedangkan secara nasional berkisar 4,06. Padahal, kata Aguslan, target angka inflasi secara nasional hingga akhir tahun ini berkisar 7 persen. “Dengan kondisi demikian diprediksi angka inflasi secara nasional hanya mencapai angka 5 persen,” ucapnya.

    Terkendali
    Dalam kesempatan tersebut Kepala BPS Medan juga menyampaikan selama bulan Ramadhan, angka inflasi di Medan sangat terkendali dengan baik. Di tambah lagi, kebijakan Pemko Medan yang membuka pasar murah di 100 titik, ternyata sangat ampuh menekan harga khususnya bahan pokok.

    “Di mana, selama ini kelompok makanan jadi, minuman dan rokok sangat dominan mempengarui tinggi rendahnya inflasi,” tukasnya seraya menyatakan pada minggu pertama Ramadhan 1427 Hijriyah atau akhir bulan September 2006 angka inflasi di Medan berkisar 0,37 persen.

    Angka ini sedikit lebih rendah 0,01 persen dari tahun sebelumnya sekitar 0,38 persen. Sedangkan pada bulan Agustus lalu, Kota Medan sempat mengalami deflasi -0,15 persen. “Dengan demikian pada sepanjang tahun 2006 mulai Januari-September terjadi tiga kali defelasi di antaranya bulan Januari (-0,03 persen), April (-0,38) persen dan terakhir pada bulan ini,” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakannya, pada bulan September ini, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,53 pesen. Di mana sumbangan inflasi terbersar pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 32,14 persen.

    Di samping itu, komoditas lainnya yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi di antaranya cabe merah, cabe hijau, daging sapi, ikan kembung, jeruk dan ikan tongkol. Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami deflasi -0,13 pesen dengan komoditas penyebab deflasi ikan goreng serta gula.

    Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,14 persen yang antara lain disebabkan kenaikan harga kontrak rumah, minyak tanah, pasir serta cat tembok.

    Untuk kelompok sandang pada bulan ini mengalami deflasi -0,98 persen yang disebabkan komoditas emas perhiasan, gaun, celana dalam pria dan kaos singlet.

    Rendah
    Dalam kesempatan tersebut Aguslan Simanjuntak mengingatkan, kecilnya inflasi bisa juga disebabkan kecilnya transaksi jual beli akibat rendahnya kemampuan masyarakat untuk membeli barang.

    “Hal ini tentunya berdampak kurang baik bila dilihat dari sisi kaca mata ekonomi,” tukasnya seraya mamparkan kondisi tersebut sangat menguntungkan bagi konsumen. Di mana, lanjutnya, dengan banyaknya barang beredar di pasaran dengan minimnya pembeli akan menyebabkan harga turun untuk memancing minat konsumtif masyarakat.

    Lebih lanjut, Kepala BPS menyatakan, guna menjaga inflasi supaya tetap terkendali diharapkan konsumen dapat menahan diri supaya tidak membeli barang secara berlebihan.

    Para pedagang supaya tidak mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan besar dengan menaikkan harga secara sepihak.

    “Pemerintah harus tetap menjaga ketersediaan barang dan kelancaran arus barang,” tandasnya.(ana).Rujukan

    Kepala Bainprom Provsu:Investasi Asing dan PMDN di Sumut Hingga Akhir 2007 Capai 1,1 Miliar Dolar AS
    Medan, Krisis listrik dan gas yang melanda Sumatera Utara sepanjang 2007, tidak membuat investasi modal asing dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) merosot dibanding tahun 2006. Hingga Desember 2007, realisasi investasi yang masuk ke daerah ini mencapai 1,1 miliar dolar AS, atau naik sebesar 142.417.560 dolar AS dibanding realisasi tahun 2006 sebesar 964.060.130 dolar AS.

    Peningkatan realisasi modal asing dan PMDN pada 2007 dibanding 2006 di Sumut itu, tidak terlepas dari kerja keras Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) yang terus giat melakukan promosi ke berbagai stakeholders (pelaku usaha), termasuk melakukan mediasi melalui tim Task Force terhadap berbagai persoalan di dunia investasi.

    Menurut Kepala Bainprom Sumut, Ir Sabrina MSi, Senin (3/3), peranan tim Task Force atau Satuan Tugas dalam melakukan mediasi keberbagai pelaku usaha untuk eleminasi persoalan yang ada, menjadi faktor kunci untuk mendongkrak arus investasi ke daerah ini.

    “Peranan Satgas itu sangat vital. Ia tidak hanya melakukan promosi peluang investasi yang ada di Sumut, tetapi juga melakukan mediasi berbagai masalah investasi, apakah karena regulasi di pemerintah, masalah di masyarakat, atau masalah di investor itu sendiri,” kata Sabrina.

    Dari realisasi investasi 1,1 miliar dolas AS atau setara Rp10,1 triliun (kurs Rp9.200 per dolar AS) itu, modal asing menyumbang 177,114 juta dolar AS, dan dalam negeri sebesar 929,363 juta dolar AS.

    Seluruh investasi itu terdiri dari 21 proyek modal asing, dan enam proyek PMDN. Tenaga kerja yang direkrut mencapai 5.251 orang, dengan lokasi proyek tersebar di 25 kabupaten dan kota Sumut.

    Realisasi
    Dijelaskan Sabrina, dari 21 realisasi modal asing itu, 17 di antaranya sudah mendapat izin usaha tetap (ready to operation), dan empat sisanya merupakan peralihan status usaha dari PMDN ke Perusahaan Modal Asing (PMA).

    Untuk PMDN sendiri, lanjut Sabrina, modal investasi sebesar 929,363 juta dolar AS itu terdiri dari enam proyek, yang surat persetujuan (SP)-nya telah dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat.

    Diakui, peningkatan investasi PMA dan PMDN pada 2007 itu lebih dikarenakan adanya faktor keyakinan pengusaha terhadap sektor yang ditangani.

    “Faktor lain yang cukup memberi dukungan karena pertumbuhan ekonomi makro Sumut yang cukup fantastis sebesar 9,03 persen pada kuartal 3 pada 2007. Hal ini semakin memacu keyakinan pengusaha bahwa berinvestasi di Sumut tetap aman,” katanya.

    Menurut Sabrina, secara akumulasi investasi PMA dan PM DN di Sumut dari 2002-2007 juga menunjukkan perbaikan siginifikan. Ini terlihat dari capaian investasi senilai 3,987 miliar dolar AS, atau setara Rp36,68 triliun (kurs Rp9.200 per dolar AS).

    Rincian akumulasi PMA dari 2002-2007 itu meliputi 187 rencana proyek dengan rencana investasi 2,352 miliar dolar AS, dan terealisasi 71 proyek dengan investasi sebesar 634,240 juta dolar AS.

    Sedangkan rincian akumulasi PMDN pada periode sama, meliputi 90 rencana proyek dengan rencana investasi sebesar 33,470 miliar dolar AS, dan terealisasi 37 proyek dengan investasi 3,353 miliar dolar AS.

    “Melihat fakta rencana terhadap realisasi investasi PMA dan PMDN dari 2002-2007 di Sumut itu, kita merasa optimistis pada 2008, investasi bisa lebih membaik mengingat sejumlah investor asing, sudah menyatakan kesediaannya untuk menanam modal di daerah ini,” ungkap Sabrina.

    Sampai akhir Februari 2008, Sabrina mengaku investor asal Polandia sudah menyatakan minatnya pada investasi CPO, furniture, komunikasi, dan transportasi di Sumut. “Minat itu mereka tunjukkan dengan mengundang kita untuk promosi di negara,” ujar Sabrina.

    Demikian pula dari Cekoslowakia. Menurut Sabrina sejumlah pengusaha di sana juga menyatakan minat pada bidang pengolahan air limbah, PAM, dan pembangunan power hydro untuk pembangkit listrik.

    “Mereka meminta kita mengajukan proposal rencananya. Sebagai tindak lanjutnya, kita akan menggandeng pihak Kamar Dagang dan Industri Sumut, Dinas Pertambangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk finalisasi proposal,” katanya. (ana).Rujukan

    Pertumbuhan Investasi Asing Tahun 2008 mencapai 15,5%

    Nilai investasi di Indonesia sepanjang tahun 2008 baik investasi asing maupun dalam negeri tumbuh 15,5%, meskipun tengah terjadi krisis ekonomi global yang melanda dunia.

    Hal ini dikatakan oleh Kepala BKPM M. Luthfi ketika ditemui di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2009).

    “Tahun 2008 investasi di Indonesia kira-kira rumbuh 15,5% dibanding tahun 2007,” ujarnya.

    Luthfi mengatakan dengan pertumbuhan sebesar 15,5% tersebut, maka pada tahun 2008 nilai Investasi di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

    “Ya benar, nilai investasi kita memang yang tertinggi di Asia Tenggara, dijumlah US$ 17 miliar, itu 2008. Sedangkan Singapura hanya US$ 12 miliar,” tandasnya.

    Mengenai proyeksi investasi di 2009, Luthfi mengatakan, menurut perhitungan BKPM nilai investasi masih bisa bertumbuh double digit meski pertumbuhannya tidak setinggi di 2008, apalagi pemerintah juga memberikan stimulus fiskal untuk mendorong perekonomian.

    “Saya bilang begini, ada 3 sektor utama yaitu energi infrastruktur, manufaktur, bisa pangan dan non pangan, kalau dengan kemudahan yang diberikan lewat stimulus fiskal, hitung-hitungan kami bisa tumbuh double digit meski tidak setinggi 2008 ini. Jadi mungkin tumbuh double digit sekitar 10-11%, dengan berbagai insentif, stimulus dan kemudahan yang kita berikan, mudah-mudahan itu bisa mendapatkan nilai investasi yang lebih baik,” tuturnya.

    Menurutnya yang terpenting adalah pemerintah selain memberikan stimulus juga bisa menciptakan iklim investasi yang baik serta kepastian hukum.

    “Tapi yang paling penting saat ini adalah komitmen pemerintah setidaknya untuk menjadikan negara ini penghasil barang setengah jadi, dengan adanya komitmen itu diharapkan komitmen itu bisa jalan lebih cepat,” tukasnya.Rujukan

    Selanjutnya ..